GORONTALO — Angka itu berasal dari Mandiri Business Survey yang digelar Mandiri Institute terhadap 1.269 pelaku UKM di seluruh Indonesia pada Juni-Juli 2026. Kenaikan proporsi pelaku usaha yang omzetnya tumbuh disebut mencerminkan daya tahan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah di tengah dinamika pasar.
Head of Mandiri Institute Andre Simangunsong menyatakan perluasan peningkatan omzet menunjukkan kegiatan usaha masih terjaga. Pelaku UKM, katanya, terus beradaptasi terhadap perkembangan pasar.
"Peningkatan jumlah UKM yang mencatat kenaikan omzet menunjukkan bahwa kegiatan usaha masih terjaga. Pelaku UKM juga terus menunjukkan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan pasar untuk menjaga keberlanjutan usahanya," ujar Andre dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).
Sektor Pertanian Pimpin Kenaikan Omzet
Dari sisi sektoral, pertanian mencatat proporsi tertinggi pelaku usaha yang omzetnya naik, yakni 74 persen. Posisi berikutnya ditempati transportasi dan logistik serta konstruksi yang masing-masing mencapai 68 persen.
Industri pengolahan mencatat proporsi serupa, 68 persen. Komposisi ini menunjukkan penguatan kinerja UKM tidak hanya datang dari sektor yang bersinggungan langsung dengan konsumsi rumah tangga.
Sektor-sektor produktif yang terhubung dengan rantai pasok dan aktivitas ekonomi lain ikut menopang. Artinya, perbaikan omzet UKM tersebar cukup merata, bukan terpusat di satu segmen.
Modal Menghadapi Paruh Kedua 2026
Andre menilai capaian semester I menjadi bekal bagi pelaku UKM mempertahankan kinerja pada paruh kedua tahun ini. Penguatan ekosistem usaha dan dukungan terhadap sektor produktif dinilai membantu pelaku usaha memanfaatkan ruang pertumbuhan yang masih tersedia.
"Kami melihat ruang pertumbuhan UKM masih terbuka, terutama dengan dukungan ekosistem usaha yang semakin kuat. Penguatan sektor-sektor produktif juga penting untuk menjaga keberlanjutan usaha sekaligus membuka peluang pertumbuhan ke depan," kata Andre.
Bank Mandiri optimistis peningkatan daya beli masyarakat, terutama menjelang kuartal IV 2026, dapat memberi ruang tambahan bagi pelaku usaha meningkatkan aktivitas bisnisnya.
Permintaan Domestik Jadi Penopang
Penguatan permintaan domestik dan kesinambungan aktivitas ekonomi disebut menjadi faktor penting yang menopang kinerja UKM hingga akhir tahun. Survei ini mencakup 1.269 responden yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan periode pengambilan data Juni-Juli 2026.
Bagi pelaku usaha, sinyal positif ini bisa jadi acuan menyusun strategi produksi dan ekspansi menjelang puncak musim belanja akhir tahun. Namun, ketahanan daya beli tetap bergantung pada stabilitas ekonomi makro dan inflasi yang terkendali.