Pencarian

BPBD Gorontalo Perkuat Mitigasi Kekeringan, Petani Rawan Gagal Panen Jadi Prioritas

Selasa, 22 September 2026 • 08:31:31 WIB
BPBD Gorontalo Perkuat Mitigasi Kekeringan, Petani Rawan Gagal Panen Jadi Prioritas
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Provinsi Gorontalo, Syahbuddin Buata, menyampaikan sosialisasi lahan rawan kekeringan kepada masyarakat.

GORONTALO — Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Provinsi Gorontalo, Syahbuddin Buata, menyatakan pihaknya terus menyosialisasikan lahan rawan kekeringan kepada masyarakat. Informasi itu disalurkan melalui BPBD kabupaten/kota hingga perangkat desa agar diteruskan ke warga.

Menurut Syahbuddin, pengetahuan soal wilayah rawan bencana penting sebagai pertimbangan sebelum menjalankan aktivitas pertanian. Terutama di kawasan yang memiliki keterbatasan sumber air.

Mengapa Petani di Wilayah Rawan Diminta Menahan Diri

BPBD menyoroti risiko gagal panen yang berujung pada kerugian ekonomi. Syahbuddin meminta petani tidak memaksakan bercocok tanam di lahan yang rentan kekeringan.

"Kita sudah banyak menyosialisasikan lahan rawan kekeringan. Jangan sampai ada petani yang tetap melakukan pertanian hingga akhirnya gagal panen yang berdampak ke ekonomi masyarakat," kata Syahbuddin.

Kekeringan tidak hanya mengurangi ketersediaan air. Dampaknya merembet ke aktivitas ekonomi ketika panen gagal dan pendapatan warga terpuruk.

BTT Dipakai untuk Operasional Penyaluran Air Bersih

Untuk penanganan kekeringan yang berlangsung saat ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelontorkan dukungan melalui Biaya Tidak Terduga penanggulangan bencana. Syahbuddin menyebut dana itu dipakai untuk operasional penyaluran air dan fasilitas penunjang air bersih.

"Untuk saat ini untuk operasional penyaluran air dan fasilitas penunjang untuk air bersih," ujarnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari pencegahan dan kesiapsiagaan bencana. BPBD menilai kekeringan perlu ditangani sebelum dampaknya meluas ke sektor ekonomi daerah.

Kajian Rencana Penanggulangan Bencana Diperbarui Tiap Lima Tahun

BPBD juga memperbarui kajian rencana penanggulangan bencana yang dilakukan setiap lima tahun. Kajian itu menjadi acuan penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana dan mendukung penyusunan RPJMD Provinsi Gorontalo.

Fokusnya mengidentifikasi wilayah berisiko bencana. Syahbuddin mencontohkan informasi kawasan rawan gempa dan banjir mesti jadi pertimbangan dalam pembangunan infrastruktur.

"Jangan sampai buat jalan di kawasan yang ada garis gemparnya atau pembangunan infrastruktur di daerah yang rawan banjir," katanya.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci

Syahbuddin menegaskan penanganan banjir dan kekeringan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kesadaran masyarakat dan kolaborasi lintas sektor di pemerintahan menjadi syarat utama.

"Bencana banjir dan kekeringan ini menghadapinya harus sama-sama dengan kesadaran masyarakat dan kolaborasi lintas sektor di pemerintahan," ujarnya.

BPBD berharap sosialisasi yang menjangkau perangkat desa dapat mempercepat penyebaran informasi risiko kekeringan. Dengan begitu, petani punya waktu mempertimbangkan pola tanam sebelum musim kering berikutnya datang.

Follow gorontalo24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: gorontalo.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks