GORONTALO — Enam dosen BPSU Filipina tersebut hadir di Gorontalo sebagai visiting lecturer, bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus memperkaya wawasan budaya lintas negara. Silaturahmi yang diawali dengan makan malam bersama itu menjadi ajang komunikasi antara pemerintah daerah, UBM, dan delegasi akademik Filipina.
Wagub Idah mengapresiasi UBM yang telah memiliki Kantor Urusan Internasional (KUI) dan aktif membangun komunikasi serta kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri. Menurutnya, keberadaan jejaring tersebut dapat membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa dan akademisi Gorontalo untuk mendapatkan pengalaman serta wawasan internasional.
Kerja Sama Akademik Gorontalo-Filipina Telah Berjalan Tiga Tahun
Kepala KUI UBMG, Dr. Ayu Anastasya Rachman menyampaikan bahwa kedatangan delegasi BPSU menjadi momentum istimewa bagi UBM, mengingat kerja sama akademik antara kedua institusi tersebut telah memasuki tahun ketiga.
Ayu menyebut UBM juga terus mengembangkan berbagai aktivitas internasionalisasi, mulai dari Kuliah Kerja Mandiri (KKM) Internasional, magang internasional, seminar internasional, kehadiran dosen asing, hingga mahasiswa asing.
Wagub Minta Kerja Sama Tidak Berhenti di Diskusi
Idah berharap pertemuan antara UBM dan BPSU tidak berhenti pada diskusi dan kunjungan, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan kerja sama yang lebih konkret, termasuk pertukaran pelajar maupun pengembangan program akademik bersama.
"Mudah-mudahan ke depan jalinan komunikasi dan kerja sama antara pelajar maupun akademisi Indonesia dengan luar negeri semakin banyak. Ini menjadi langkah yang baik untuk memperkuat hubungan akademik sekaligus membuka kesempatan pertukaran ilmu dan pengalaman," ujar Idah.
Ia juga mendorong para akademisi Filipina untuk mengenal lebih dekat budaya, kuliner, kearifan lokal, dan destinasi wisata yang ada di Gorontalo.
"Jangan lupa jalan-jalan dan melihat pariwisata Gorontalo. Mudah-mudahan selama berada di sini, Bapak dan Ibu mendapatkan kesan yang indah tentang Gorontalo, baik dari budaya, makanan, kearifan lokal, maupun berbagai potensi yang ada di daerah ini," katanya.
Dalam kesempatan itu, Wagub Idah juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama penyambutan terdapat kekurangan yang kurang berkenan bagi para tamu.
Pemerintah Provinsi Buka Peluang Jejaring Lebih Luas
Ramah tamah ini turut dihadiri Ketua Yayasan UBM Gorontalo Aziz Rahman, Rektor UBM Titin Dunggio, enam dosen Bataan Peninsula State University, serta dosen dan staf UBM.
Pemerintah Provinsi Gorontalo menilai kolaborasi perguruan tinggi daerah dengan kampus luar negeri sejalan dengan upaya memperluas akses pendidikan bertaraf internasional bagi mahasiswa Gorontalo. Kehadiran dosen asing di kampus lokal diharapkan mempercepat transfer ilmu pengetahuan dan memperkaya perspektif akademik di daerah.