Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mencatat 158 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau, dengan Kabupaten Bone Bolango menjadi wilayah paling terdampak. Dari total tersebut, 77 kejadian terjadi di Bone Bolango, dan jumlahnya berpotensi bertambah karena titik api masih ditemukan hampir setiap hari. BPBD menyebut kemarau panjang dan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar sebagai dua penyebab utama.
GORONTALO — Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Gorontalo Moh Tahir Laendeng mengungkapkan bahwa pihaknya masih menemukan titik api di sejumlah wilayah meski upaya pemadaman terus dilakukan. Sejumlah titik api di Bone Bolango bahkan belum sepenuhnya bisa dipadamkan.
"Yang terbanyak di Kabupaten Bone Bolango sampai 77 kali kejadian yang kita bisa catat," kata Tahir di Gorontalo, Senin.
Kemarau dan Ulah Manusia Jadi Pemicu Utama
Tahir menjelaskan kondisi kemarau meningkatkan risiko karhutla karena lingkungan menjadi kering dan mudah terbakar. Selain faktor cuaca, sebagian kejadian dipicu aktivitas manusia.
"Yang pertama penyebab adalah musim kemarau. Yang kedua, ya ulah manusia yang selalu membuka lahan dengan cara membakar," ujarnya.
Pembakaran sampah tanpa pengawasan turut menjadi pemicu di wilayah perkotaan. Api dari pembakaran sampah bisa merambat ke semak-semak kering dan berpotensi meluas hingga mendekati permukiman warga.
Puntung rokok yang dibuang sembarangan juga berisiko memicu kebakaran saat kondisi lingkungan sedang kering.
Langkah BPBD Pantau Titik Panas dan Koordinasi Lapangan
Untuk mengantisipasi kebakaran meluas, BPBD Provinsi Gorontalo melakukan pemantauan titik panas sekaligus berkoordinasi dengan petugas di lapangan. Pemantauan langsung ke lokasi kejadian juga dilakukan.
"Kalau tentunya di samping kita pantau titik panas, kemudian kita koordinasikan ke teman-teman di lapangan. Dan memantau langsung lokasi-lokasi kejadian, itu yang kami lakukan," kata Tahir.
Imbauan Warga Selama Musim Kemarau
BPBD mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta tidak membakar sampah tanpa pengawasan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan selama musim kemarau.
Jumlah kejadian karhutla di Gorontalo masih berpeluang bertambah seiring titik api yang terus muncul hampir setiap hari di sejumlah wilayah.