GORONTALO — Dari 25 pecatur yang duduk berhadapan dengan Magnus Carlsen, hanya Chelsie Monica yang pulang dengan kemenangan. Duel yang berlangsung di ajang FIDE World Rapid and Blitz Team Championships itu menjadi catatan tersendiri bagi pecatur Indonesia di pentas internasional.
Chelsie mengawali pertandingan dengan Pembukaan Italia, salah satu formasi favoritnya. "Saya melancarkan Pembukaan Italia, itu adalah salah satu cara pembukaan utama dan favorit saya," kata pecatur kelahiran 2 November 1995 itu kepada ChessBase India.
Setelah pembukaan, Chelsie mengaku hanya berusaha bertahan dari tekanan Magnus. Namun di tengah permainan, ia melihat celah saat bidak lawan berada di posisi diagonal.
"Mungkin dia luput ketika bidak saya berada di posisi C6 karena pion saya hingga membuat posisi ratunya terjepit dan itu jadi keuntungan tipis buat saya," ujar pemilik rating 2.208 untuk kategori blitz itu.
Keuntungan tipis itu terus ia jaga. Chelsie bahkan sengaja membiarkan Magnus menyekak dirinya dan mengorbankan satu bidak. Langkah itu justru membuka jalur bagi ratunya untuk memancing kesalahan berikutnya dari lawan.
Meski berhadapan dengan salah satu pecatur terbaik sepanjang masa, Chelsie mengaku tetap menikmati pertandingan. "Sebenarnya saya gugup, tapi ketika bertanding saya mencoba menikmati pertandingan. Saya tetap fokus dalam melancarkan semua gerakan dan mencari posisi bidak lebih baik," katanya.
Chelsie Monica lahir di Balikpapan, Kalimantan Timur, dan merupakan jebolan Sekolah Catur Utut Adianto. Saat ini ia berstatus Woman International Master (WIM) dengan nomor kode FIDE 7101198. Kemenangan atas Magnus Carlsen menjadi bukti bahwa pecatur Indonesia mampu bersaing di level tertinggi.