BOALEMO — Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, menekankan pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan organisasi profesi guru saat membuka pelatihan pengurus PGRI. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Amalia itu dihadiri oleh pengurus dari berbagai tingkatan.
Dalam sambutannya, Lahmuddin mendorong para pengurus untuk memanfaatkan teknologi digital guna mendukung tata kelola yang lebih modern dan efisien. Ia menilai penguatan kapasitas pengurus merupakan langkah penting agar PGRI mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman.
"Pelatihan ini menjadi investasi jangka panjang dalam membentuk kepengurusan yang memiliki kapasitas kepemimpinan, tata kelola organisasi yang baik, serta kemampuan beradaptasi," ujar Lahmuddin.
Wakil Bupati merinci sejumlah kompetensi yang harus dikuasai pengurus PGRI pasca-pelatihan. Pertama, kemampuan dalam kepemimpinan organisasi. Kedua, pemahaman tata kelola sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Ketiga, pengelolaan data keanggotaan secara tertib. Keempat, penerapan pengelolaan keuangan dan aset organisasi secara transparan dan akuntabel. Seluruh aspek ini dinilai krusial untuk membangun organisasi profesi yang kuat di tingkat kabupaten.
Lahmuddin menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Boalemo memandang PGRI bukan sekadar organisasi profesi biasa. PGRI berperan sebagai penghubung antara guru dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Organisasi ini juga menjadi wadah untuk menampung aspirasi para guru dan membangun komunikasi dengan satuan pendidikan. "Pengurus PGRI memiliki peran penting dalam pembangunan sektor pendidikan," kata Lahmuddin.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan guru. Komitmen ini mencakup guru berstatus ASN, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), maupun guru honorer.
Menurutnya, peningkatan kesejahteraan merupakan bagian dari upaya memperbaiki kualitas pendidikan di Boalemo secara keseluruhan. Ia berharap pelatihan ini dapat memperkuat soliditas pengurus PGRI sehingga mampu mendukung pembangunan pendidikan yang berkelanjutan di daerah.