Direktur BEI Bantah Kinerja IHSG Terkait Pidato Prabowo, Sebut Faktor Eksternal Jadi Pemicu

Penulis: Fajar  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 08:24:01 WIB
Direktur BEI Jeffrey Hendrik menyatakan pelemahan IHSG lebih dipicu faktor eksternal seperti suku bunga AS dan ketegangan geopolitik.

GORONTALO — Jeffrey Hendrik buka suara di tengah koreksi IHSG yang berlangsung beberapa pekan terakhir. Dalam keterangan resminya, ia menyebut data historis menunjukkan pergerakan bursa lebih banyak dipengaruhi oleh arus modal asing dan ekspektasi pasar global. "Kami tidak melihat korelasi langsung antara pidato politik dengan pergerakan indeks," ujarnya.

Tekanan Eksternal Lebih Dominan

Menurut Jeffrey, faktor utama yang membebani IHSG saat ini adalah sikap wait and see investor global terhadap arah suku bunga Amerika Serikat. Data tenaga kerja AS yang masih solid membuat pasar memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga lebih lama dari perkiraan. Kondisi ini mendorong penguatan dolar AS dan memicu aksi jual aset berisiko di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Selain itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan perlambatan ekonomi China turut memperburuk sentimen. "Investor asing cenderung melakukan risk-off, menarik dana dari pasar saham emerging market," tambah Jeffrey.

Pergerakan IHSG dan Aksi Asing

Sepanjang pekan lalu, IHSG tercatat melemah 1,8% secara point-to-point. Data BEI menunjukkan investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 2,1 triliun di seluruh pasar, dengan tekanan terbesar di sektor perbankan dan energi. Tekanan jual asing ini menjadi sinyal utama pelemahan, bukan karena faktor politik dalam negeri.

  • Net sell asing tertinggi terjadi di saham BBCA dan BMRI.
  • Sektor teknologi dan properti justru mencatatkan net buy tipis dari investor ritel domestik.
  • Kapitalisasi pasar bursa terkoreksi sekitar Rp 45 triliun dalam sepekan.

Sentimen Domestik Masih Stabil

Jeffrey menekankan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid. Indeks manufaktur atau PMI masih berada di zona ekspansif, cadangan devisa aman, dan inflasi terkendali. Ia menilai, jika faktor eksternal mulai mereda, IHSG berpotensi rebound karena valuasi saham sudah cukup murah.

"Investor sebaiknya fokus pada data fundamental perusahaan dan kebijakan moneter global, bukan pada pernyataan politik jangka pendek," pungkasnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi klarifikasi resmi BEI atas isu yang ramai di kalangan pelaku pasar. Ke depan, bursa akan terus memantau pergerakan asing dan merilis data perdagangan secara transparan.

Reporter: Fajar
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top