GORONTALO — IHSG berhasil mempertahankan momentum penguatannya setelah pada sesi sebelumnya menembus resistance internal di level 6.422. Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan indeks saat ini berada di persimpangan dua skenario pergerakan yang menentukan arah jangka pendek.
"Dalam skenario terbaik, IHSG berpotensi menguat menuju area 6.512-6.544, dengan potensi koreksi jangka pendek ke kisaran 6.379-6.437. Namun, pada skenario terburuk, IHSG berisiko terkoreksi ke area 6.056-6.230 untuk membentuk wave (b)," ujar Herditya dalam riset hariannya, Rabu (19/8).
Herditya memproyeksikan indeks akan bergerak dalam rentang support 6.296 dan 6.201, sementara resistance berada di level 6.599 dan 6.763. Dari sisi fundamental, penguatan ini ditopang oleh aksi beli di sektor energi dan barang baku yang terpantau dominan pada penutupan kemarin.
Senada, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai pergerakan IHSG yang dibuka dengan gap up dan berhasil menembus resistance internal 6.422 merupakan sinyal positif. Menurutnya, laju indeks saat ini semakin dekat dengan resistance Fibonacci di level 6.545.
"Pada skenario utama, kenaikan IHSG ini diperkirakan menjadi fase akhir dari pembentukan wave w," kata Ivan.
MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham yang dinilai memiliki peluang penguatan mengikuti momentum indeks, yaitu:
Sementara itu, Binaartha Sekuritas memasang tiga saham pilihan dengan karakteristik berbeda, yakni AADI, ANTM, dan BMRI. Ivan memperkirakan IHSG akan bergerak pada support 6.267, 6.042, dan 5.887, dengan resistance di 6.545, 6.700, dan 6.835.
Mengutip RTI Infokom, total transaksi yang terjadi pada perdagangan kemarin mencapai Rp14,74 triliun dengan volume 33,49 miliar saham. Sebanyak 399 saham tercatat menguat, 236 saham terkoreksi, dan 159 saham stagnan.
Data ini menunjukkan optimisme pelaku pasar masih cukup kuat, meski tekanan jual di sektor tertentu tetap ada. Investor perlu mencermati pergerakan nilai tukar rupiah dan harga komoditas global sebagai katalis tambahan yang dapat mempengaruhi arah indeks pada sesi berikutnya.
Catatan: Artikel ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Investasi mengandung risiko.