GORONTALO — Momentum positif di pasar saham domestik masih terjaga. Penguatan IHSG pada Kamis (20/8) terjadi merata di hampir seluruh sektor. Basic Materials memimpin kenaikan sebesar 3,46%, disusul Consumer Cyclical (+2,16%) dan Industrials (+2,15%).
Saham-saham seperti AMMN yang melonjak 7,97% ke Rp4.470, BRMS yang naik 9,60% ke Rp685, dan BBCA yang menguat 1,59% ke Rp6.400 menjadi motor penggerak utama indeks. Di pasar valuta asing, rupiah tercatat menguat 87 poin ke level Rp17.746 per dolar AS.
Sentimen ini berbanding terbalik dengan bursa Amerika Serikat yang justru anjlok. Dow Jones terkoreksi 1,32% ke 52.759, S&P 500 turun 0,87% ke 7.641, dan Nasdaq melemah 1,00% ke 26.067. Kenaikan yield obligasi AS memicu kekhawatiran terhadap belanja konsumen global.
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia, IHSG hari ini diperkirakan bergerak dalam rentang support 6.444 hingga resistance 6.631. Secara teknikal, indeks menunjukkan pola bullish continuation yang didukung oleh terbentuknya higher lows dari level 5.318. Harga juga bertahan di atas garis tren naik dan rata-rata pergerakan jangka pendek.
Indikator Stochastic yang berbalik naik dan histogram Awesome Oscillator yang masih positif mengindikasikan tekanan beli terus membangun. Jika terjadi breakout meyakinkan di atas level 6.450-6.500, peluang IHSG untuk melaju menuju area 6.600-6.800 terbuka lebar. Sebaliknya, level 6.300-6.350 menjadi support kunci jangka pendek yang harus dijaga.
Tim Analis Bareksa menyoroti tiga saham dengan momentum penguatan yang solid. Berikut rincian level entry dan target harganya:
Saham WIFI ditutup menguat 2,91% ke Rp2.120 pada Kamis (20/8), mencetak level tertinggi baru dalam 20 hari terakhir. Reli saham ini tercatat impresif, dengan kenaikan 7,89% dalam lima hari dan 3,41% dalam 20 hari terakhir.
Harga WIFI yang berada di atas MA20 (Rp1.994) dan MA50 (Rp1.861) mengonfirmasi tren naik. RSI di level 57,89 menunjukkan momentum netral-positif dengan ruang kenaikan yang masih terbuka lebar.
HMSP naik tipis 0,67% ke Rp750 dan berada di area support. Saham emiten rokok ini telah menguat 2,74% dalam lima hari dan 4,17% dalam 20 hari terakhir. Harga masih nyaman di atas MA20 (Rp738) dan MA50 (Rp706).
Dengan RSI di 52,74, momentum HMSP dinilai netral-positif. Tim analis menyarankan entry di area prioritas karena rasio risk/reward dari entry atas kini sekitar 1,14:1 setelah batas rugi dikoreksi ke Rp715.
Saham HRUM menguat 2,27% ke Rp900, mencatat level tertinggi baru dalam 20 hari terakhir. Reli saham batu bara ini mencapai 5,26% dalam lima hari dan 8,43% dalam 20 hari terakhir, menegaskan tren naik yang kuat.
Harga HRUM yang bertengger di atas MA20 (Rp843) dan MA50 (Rp805) mengonfirmasi tren positif. RSI di 55,26 mengindikasikan momentum masih netral-positif dengan potensi kenaikan lanjutan.
Dari sisi komoditas, harga minyak mentah ikut menguat. Brent naik 2,36% ke US$94 per barel dan WTI naik 2,33% ke US$88 per barel, menjadi katalis positif bagi sektor energi di dalam negeri. Sementara itu, bursa Asia pagi ini bervariasi dengan Kospi melonjak tajam 5,89%, Nikkei naik 1,36%, dan Hang Seng menguat 0,8%.
Meski demikian, investor tetap perlu mewaspadai koreksi di Wall Street yang dipicu kenaikan yield obligasi AS. Tekanan pada belanja konsumen global bisa menjadi sentimen negatif yang membatasi ruang penguatan IHSG lebih lanjut.
Investasi mengandung risiko.