Tesla Recall 2,97 Juta Unit di China, Gagang Pintu Darurat Sulit Dipakai Saat Kecelakaan

Penulis: Yasir  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:39:31 WIB
Penarikan 2,97 juta unit kendaraan Tesla di China dilakukan karena tuas pembuka pintu darurat interior sulit dikenali dalam kondisi darurat.

GORONTALO — Penarikan ini mencakup hampir seluruh lini kendaraan Tesla yang beredar di China, mulai dari Model 3, Model Y, Model X, hingga Model S. Berdasarkan dokumen yang diajukan ke State Administration for Market Regulation (SAMR), unit yang ditarik paling banyak berasal dari Model Y produksi lokal, mencapai 1.956.713 unit. Model 3 rakitan dalam negeri menyusul dengan 973.156 unit, ditambah 35.590 unit Model 3 impor, 8.328 unit Model X, dan 2.123 unit Model S.

Masalah Bukan di Gagang Luar, Tapi di Tuas Darurat Interior

Regulator China tidak mempersoalkan desain gagang pintu luar yang rata dengan bodi (flush handle) yang dipopulerkan Tesla. Fokus masalah justru pada tuas pembuka darurat mekanis di bagian dalam kabin, yang berfungsi manual saat kelistrikan mobil mati total.

Menurut SAMR, tuas darurat ini warnanya terlalu mirip dengan trim interior di sekelilingnya, sehingga sulit dikenali dalam kondisi panik atau visibilitas buruk. Dalam kecelakaan parah yang memutus daya listrik, penumpang bisa kesulitan membuka pintu untuk keluar dari kendaraan.

Solusinya Stiker Peringatan dan Update Software, Bukan Ganti Mekanisme

Menariknya, perbaikan yang diajukan Tesla bukan berupa perubahan hardware pada mekanisme pintu. Lewat rencana recall yang diajukan sesuai Regulasi Recall Produk Mobil Cacat China, Tesla akan menempelkan label peringatan tambahan di area tuas darurat.

Selain itu, Tesla akan mengirim pembaruan perangkat lunak over-the-air (OTA) yang mengubah perilaku power window saat mode darurat aktif. Perubahan ini ditujukan untuk memudahkan proses evakuasi. Recall resmi mulai berlaku pada 25 September 2026.

Delapan Pabrikan Lain Kena Recall Serupa di Hari yang Sama

Kasus ini bukan monopoli Tesla. Delapan produsen kendaraan listrik China lainnya turut mengajukan recall ke SAMR pada hari yang sama dengan masalah identik, yaitu tuas pembuka pintu darurat interior. Nama-nama tersebut antara lain Xiaomi, Leapmotor, Xpeng, Geely, Chery, Dongfeng, BAIC BluePark, dan FAW.

Ini menjadi salah satu aksi keselamatan terkoordinasi terluas yang pernah dilakukan regulator China untuk isu desain pintu. Namun dengan hampir 3 juta unit, jumlah recall Tesla jauh melampaui total unit milik pabrikan lain yang disebutkan.

Tekanan Beruntun di China dan Pengawasan Baru di Amerika Serikat

Recall ini datang di tengah pengawasan ketat terhadap tren desain gagang pintu EV di China. Pada Februari lalu, regulator China telah memfinalisasi rencana larangan penggunaan gagang pintu tersembunyi ala Tesla dengan alasan keselamatan. Sejak tahun lalu, otoritas setempat memang mulai menekan desain gagang pintu ramping yang sedang tren di kalangan pabrikan EV.

Di Amerika Serikat, desain pintu Tesla juga sedang menjadi sorotan. Perusahaan menghadapi sejumlah gugatan wrongful death yang menuding gagang pintu menjebak penumpang setelah kecelakaan. NHTSA memperluas penyelidikan atas desain ini tahun lalu, dan meski menolak petisi defek pada Juli, badan tersebut membuka aturan baru yang berpotensi mengubah standar keselamatan pintu. Sejumlah anggota Kongres bahkan telah mengajukan RUU bernama "SAFE Exit Act" yang secara khusus menyasar desain gagang pintu tersebut.

Reporter: Yasir
Sumber: electrek.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top