GORONTALO — Agustina Arumsari menyatakan, aset yang sudah dibeli dengan uang negara tidak boleh dibiarkan menganggur. "Uang sudah keluar, maksimalkan pemanfaatan," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, kemarin. Ia menekankan bahwa setiap pengadaan barang oleh pemerintah harus diikuti dengan optimalisasi penggunaan agar tidak menjadi pemborosan.
Aset yang Sudah Dibeli Harus Beroperasi Penuh
Menurut Agustina, motor listrik yang sudah terbeli dan tercatat dalam inventaris BGN akan diintegrasikan ke dalam operasional lapangan. Kendaraan tersebut rencananya digunakan untuk menunjang mobilitas petugas dalam program distribusi dan pemantauan gizi. Ia memastikan tidak ada rencana untuk menghentikan penggunaan atau menghapus aset tersebut dari daftar inventaris.
"Efisiensi bukan berarti menghentikan program yang sudah berjalan, tetapi memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan manfaat maksimal," kata Agustina. Ia menambahkan, BGN akan menyusun skema penggunaan yang lebih terukur untuk seluruh armada operasional, termasuk motor listrik.
Evaluasi Program dan Anggaran Berjalan Bersamaan
Pernyataan Wakil Kepala BGN ini muncul di tengah proses evaluasi menyeluruh terhadap program dan belanja modal instansi. Pemerintah saat ini tengah mendorong penghematan anggaran di berbagai kementerian dan lembaga. Motor listrik menjadi salah satu item yang disorot karena pengadaannya sempat menuai perdebatan terkait urgensi dan kesiapan infrastruktur pendukung.
Agustina menegaskan, evaluasi bukan berarti menghentikan pemanfaatan aset, melainkan untuk meningkatkan efektivitas. "Kami akan mencari cara terbaik agar motor listrik ini bisa berfungsi optimal, misalnya untuk patroli atau pengiriman logistik skala kecil di area padat penduduk," jelasnya.
Tak Ada Opsi Hentikan Penggunaan atau Jual Aset
Agustina memastikan bahwa tidak ada opsi untuk menjual atau menghentikan operasional motor listrik yang sudah dibeli. Langkah tersebut justru akan menimbulkan kerugian negara yang lebih besar. Ia menekankan, BGN berkomitmen untuk menjalankan prinsip tata kelola keuangan negara yang baik.
Kepastian ini diharapkan dapat mengakhiri spekulasi di publik mengenai nasib motor listrik milik BGN. Ke depan, BGN akan merilis laporan berkala mengenai capaian utilisasi aset-aset operasionalnya sebagai bentuk transparansi kepada publik.