Pencarian

Gubernur Gorontalo Siapkan 16 Titik Irigasi Air Tanah untuk 1.000 Hektare Sawah di Pohuwato yang Terdampak Sedimentasi

Senin, 10 Agustus 2026 • 12:26:31 WIB
Gubernur Gorontalo Siapkan 16 Titik Irigasi Air Tanah untuk 1.000 Hektare Sawah di Pohuwato yang Terdampak Sedimentasi
Gubernur Gorontalo meninjau lokasi sedimentasi saluran irigasi di Desa Taluduyunu, Kabupaten Pohuwato, Selasa (4/8/2026).

POHUWATO — Ratusan petani di Desa Taluduyunu, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato akhirnya mendapat kepastian setelah lahan sawah mereka terendam masalah sedimentasi saluran irigasi. Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menjanjikan pembangunan 16 titik jaringan irigasi air tanah yang akan dikerjakan tahun ini oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II.

Instruksi tersebut disampaikan langsung saat gubernur meninjau lokasi sedimentasi pada Selasa (4/8/2026). Satu jaringan irigasi air tanah disebutkan mampu mengairi sekitar 10 hingga 12 hektare sawah, sehingga total lahan yang bisa terselamatkan pada tahap pertama mencapai sekitar 192 hektare.

Luas Sawah Capai 1.000 Hektare, Pemprov Usulkan Penambahan Unit

Kapasitas 16 titik tersebut masih jauh dari cukup. Total lahan pertanian di lokasi mencapai lebih dari 1.000 hektare, sehingga Pemerintah Provinsi Gorontalo berencana mengusulkan penambahan unit irigasi air tanah ke pemerintah pusat.

"Karena di situ luasan sawahnya lebih dari seribu hektar, maka akan kami usulkan untuk ditambah lagi agar seluruh lahan bisa ditanami. Saya minta kepada masyarakat tolong bersabar, kita pikirkan bersama dan saya sudah menemukan caranya seperti tadi itu," ujar Gusnar Ismail dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).

Normalisasi Saluran Jadi Solusi Jangka Panjang agar Sedimentasi Tak Terulang

Selain irigasi air tanah yang sifatnya darurat, Pemprov Gorontalo menyiapkan skema permanen berupa normalisasi Daerah Irigasi (DI) Taluduyunu melalui pengerukan saluran. Gubernur menegaskan penanganan ini tidak boleh setengah-setengah agar persoalan serupa tidak kembali muncul saat intensitas hujan tinggi.

"Kita rencanakan yang matang untuk normalisasi saluran irigasi Taluduyunu ini agar ketika hujan tidak terjadi lagi sedimentasi. Saya memahami perasaan masyarakat yang di situ tidak bisa menanam, tapi itulah kondisinya," katanya.

Normalisasi membutuhkan perencanaan detail, terutama terkait desain saluran dan volume pengerukan, sehingga anggaran yang digelontorkan benar-benar efektif. Dengan adanya dua skema ini, diharapkan produktivitas sawah di Taluduyunu bisa pulih dan para petani kembali menggarap lahannya tanpa cemas menghadapi musim hujan.

Follow gorontalo24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: infopublik.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks