GORONTALO — Kembali ke kursi balap F1 musim ini ternyata tidak semulus yang dibayangkan Valtteri Bottas. Mantan pembalap Mercedes yang direkrut Cadillac untuk menjadi tandem Sergio Perez justru kesulitan menemukan ritme. Hasilnya, Bottas harus mengakui keunggulan rekan setimnya dengan skor 5-2, baik di sesi kualifikasi maupun balapan.
Bottas Ungkap Masalah Inkonsistensi Mobil yang Bikin Frustrasi
Bottas mencatatkan hasil terbaiknya musim ini di posisi ke-13 saat balapan di China. Catatan minor lainnya, ia sudah gagal finis alias mundur dari tiga dari tujuh seri yang sudah berlangsung. Situasi ini memicu rumor bahwa posisinya di Cadillac terancam, meski tim langsung membantahnya.
"Pasti belum berpihak padaku," ujar Bottas kepada media terpilih, termasuk RacingNews365. "Banyak dari itu adalah inkonsistensi dengan pengaturan. Bahkan beberapa bagian dari mobil sering kali terasa berbeda dari yang diharapkan."
Jeda Balapan di April Justru Perparah Situasi
Faktor lain yang memperumit situasi adalah jeda panjang antar balapan di awal musim. Setelah seri di Jepang, F1 memasuki libur April tanpa satu pun balapan. Bottas mengakui minimnya waktu di lintasan jelas tidak membantu proses adaptasinya.
"Di awal tahun, dengan adanya jeda yang cukup besar dan tidak menghabiskan banyak waktu di lintasan, jelas tidak membantu," tambah Bottas. "Saya sangat berharap sekarang kami dapat masuk ke alur yang lebih baik, ritme yang lebih baik, dan memahami masalah yang kami alami dengan mobil."
Perez Lebih Cepat Adaptasi, Bottas Masih Punya Waktu
Sergio Perez, yang juga pindah ke Cadillac musim ini, tampil lebih meyakinkan. Pengalaman dan gaya balapnya dinilai lebih cocok dengan karakter mobil baru. Namun, Bottas menegaskan masih ada jalan panjang yang harus ditempuh. "Masih panjang," katanya singkat.
Musim F1 2025 masih menyisakan banyak seri. Pertanyaan besarnya, mampukah Bottas keluar dari tekanan dan membalikkan keadaan? Atau, justru Perez yang akan terus menjauh?