GORONTALO — XLSmart memperluas jangkauan jaringan 5G ke 70 kota dan kabupaten, dengan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Solo menjadi bagian terbaru cakupan tersebut. Perusahaan menargetkan 101 kota pada 2026 melalui pendekatan 5G Blanket Coverage yang menyeluruh, menyusul pertumbuhan trafik data 17 persen di wilayah Yogyakarta-Solo dalam satu tahun terakhir.
Jaringan 5G XLSmart di Jawa Tengah dan DIY telah menjangkau 23 kota dan kabupaten. Infrastruktur di kedua provinsi didukung lebih dari 40.000 BTS, termasuk lebih dari 9.600 BTS 5G.
Wilayah yang sudah terlayani mencakup Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Klaten, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sukoharjo, dan Kota Surakarta.
Perluasan jaringan berjalan seiring pertumbuhan trafik data internet XLSmart di wilayah Yogyakarta-Solo sebesar 17 persen dalam setahun terakhir. Peningkatan tertinggi tercatat di Kabupaten Sleman sebesar 32 persen, disusul Kabupaten Bantul 28 persen, Kota Yogyakarta 27 persen, Kota Surakarta 17 persen, dan Kabupaten Boyolali 10 persen.
Di Yogyakarta, kebutuhan konektivitas didorong kegiatan perkuliahan hybrid, penggunaan aplikasi berbasis kecerdasan buatan, kolaborasi tugas, hingga produksi konten digital. Sementara di Solo, permintaan internet tumbuh dari pemanfaatan platform digital oleh pelaku perdagangan dan UMKM, termasuk pengelolaan marketplace, komunikasi dengan pelanggan, dan live selling.
Di Yogyakarta, kawasan yang menjadi perhatian pengembangan jaringan meliputi Malioboro, Tugu Yogyakarta, Stasiun Tugu, Candi Prambanan, Jogja Expo Center, dan Stadion Kridosono. Adapun di Solo, pengembangan mencakup Stasiun Solo Balapan, Stadion Manahan, dan Pura Mangkunegaran.
Direktur & Chief Technology Officer XLSmart, Shurish Subbramaniam, menyatakan bahwa jaringan 5G juga difokuskan pada peningkatan kapasitas dan kualitas.
"Fokus kami bukan semata-mata memperluas cakupan, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan kualitas jaringan untuk mendukung aktivitas digital masyarakat, baik di kawasan pendidikan, permukiman, perdagangan, transportasi, maupun destinasi wisata," kata Shurish.
Pendekatan 5G Blanket Coverage dirancang agar pelanggan dapat mengakses jaringan generasi kelima di lebih banyak lokasi. Jaringan 5G yang dikembangkan menawarkan potensi kecepatan lebih tinggi, waktu respons lebih rendah, serta kapasitas lebih besar dibandingkan 4G.
Direktur & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, mengatakan pihaknya menargetkan 101 kota dan kabupaten bisa menikmati jaringan 5G pada 2026, dengan cakupan yang hadir secara blanket atau menyeluruh.
"Dengan adanya network (5G) yang sudah lebih di 70 kota ini, maka tiga brand XLSmart yaitu XL kemudian Smartfren dan Axis, kita yakin akan mempunyai experience yang sama ketika menikmati 5G," ujar Merza.
Perusahaan berharap konektivitas yang digelar tidak berhenti pada kecepatan akses internet, tetapi turut membantu masyarakat meningkatkan taraf hidup. Merza menyebut 5G membuka akses belajar yang lebih luas dan berpotensi membantu perekonomian, baik untuk UMKM maupun bisnis besar.
Pelanggan dapat mengakses jaringan 5G melalui merek XL dengan pilihan paket XL Ultra 5G+ yang menawarkan kecepatan lebih tinggi. Paket tersebut diklaim memberikan experience yang konsisten di ketiga merek XLSmart, yakni XL, Smartfren, dan Axis.
XLSmart merencanakan perluasan 5G Blanket Coverage ke Kota Magelang, Kabupaten Magelang, dan Kota Tegal pada November 2026. Ekspansi ke tiga wilayah itu melengkapi peta cakupan yang saat ini sudah mencakup 70 kota dan kabupaten.