GORONTALO — Google resmi memperkenalkan Googlebooks, lini laptop baru yang dirancang dari awal untuk mengintegrasikan sistem kecerdasan buatan Gemini. Dalam pengumuman resmi di blog perusahaan, Google menyebut perangkat ini bukan sekadar laptop biasa, melainkan "sistem intelijen" yang memberikan bantuan proaktif kepada pengguna — sebuah pendekatan yang belum pernah diterapkan di jajaran Chromebook selama ini.
Langkah ini menandai perubahan strategi besar bagi Google di pasar PC. Selama bertahun-tahun, Chromebook identik dengan harga murah dan ketergantungan pada koneksi internet. Kini, Googlebooks hadir sebagai produk premium yang mengandalkan kemampuan AI on-device dan integrasi dalam ekosistem Android.
Perbedaan paling mencolok antara kedua lini ini ada di banderol harga. Chromebook saat ini dibanderol mulai dari USD 150 hingga USD 600 (sekitar Rp 2,5 juta hingga Rp 10 juta), menjadikannya salah satu laptop paling terjangkau di pasaran. Sebaliknya, Googlebooks dipasarkan sebagai produk premium.
Meski harga resmi belum diumumkan, perkiraan awal menyebutkan model dasar Googlebooks bisa mulai dari USD 1.000 (sekitar Rp 16,5 juta) ke atas. Angka ini bisa lebih tinggi mengingat Googlebooks kemungkinan akan dibekali prosesor Intel Panther Lake, GPU diskrit, serta RAM dan penyimpanan yang besar — komponen yang sama dengan laptop Windows premium saat ini. Situasi krisis pasokan RAM global juga berpotensi mendongkrak harga akhir.
Googlebooks membawa tiga fitur eksklusif yang tidak akan ditemukan di Chromebook mana pun saat ini:
Google belum merilis foto detail Googlebooks, namun perusahaan memastikan setiap unit akan dibuat dengan "craftsmanship dan material premium". Dari bocoran presentasi, Googlebooks akan memiliki glow bar — semacam strip cahaya — sebagai pembeda visual dari Chromebook dan laptop lain. Logo Googlebook juga akan tercetak di dek keyboard, meski belum pasti semua varian akan memiliki detail yang sama.
Bentuk fisiknya diperkirakan mengikuti form factor laptop pada umumnya: clamshell klasik, convertible, hingga model 2-in-1 dengan layar OLED. Produsen mitra yang sudah dikonfirmasi antara lain Acer, Asus, Dell, HP, dan Lenovo.
Googlebooks jelas bukan untuk semua orang. Jika Anda hanya butuh laptop untuk browsing, mengetik dokumen Google Docs, dan menonton YouTube — Chromebook dengan harga seperempatnya sudah lebih dari cukup. Tapi jika Anda bekerja dengan banyak aplikasi Android, membutuhkan bantuan AI yang terintegrasi langsung ke sistem operasi, atau ingin laptop yang setara dengan MacBook Pro dan Windows premium, Googlebooks adalah jawaban Google untuk segmen itu.
Belum ada tanggal rilis pasti untuk Googlebooks di Indonesia. Namun, dengan keterlibatan produsen lokal seperti Asus dan Acer, bukan tidak mungkin laptop ini akan hadir di pasar Tanah Air dalam waktu dekat.