GORONTALO — Pemerintah Provinsi Gorontalo mengalihkan fokus pengembangan sektor peternakan dari bantuan ternak langsung ke program inseminasi buatan (IB) pada tahun anggaran 2026. Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menargetkan sekitar 3.000 ekor sapi akan mendapat layanan IB, dengan target keberhasilan minimal 2.000 ekor.
“Program inseminasi buatan ini sejalan dengan program pemerintah provinsi untuk mengembangkan sektor peternakan di Gorontalo,” kata Gusnar di Gorontalo, Senin.
Efisiensi Anggaran Ubah Pola Bantuan Ternak
Pada tahun anggaran sebelumnya, Pemprov Gorontalo telah menyalurkan bantuan sapi sebanyak 1.973 ekor kepada peternak. Program itu mendapat sambutan tinggi dari masyarakat. Namun, kebijakan efisiensi anggaran memaksa pemerintah melakukan penyesuaian.
“Tahun ini kami akan melakukan inseminasi buatan kurang lebih terhadap 3.000 ekor ternak. Kami targetkan minimal 2.000 ekor berhasil,” ujar Gusnar.
Bukan Sekadar Perbanyak Populasi, Kualitas Ternak Juga Dijaga
Gubernur menekankan bahwa keberhasilan program IB tidak hanya diukur dari jumlah kelahiran. Pemprov akan melakukan pembinaan berkelanjutan terhadap peternak agar bobot badan dan kesehatan ternak tetap terjaga.
“Nanti kita bina sebagaimana mestinya sehingga bobot berat badan dan kesehatan ternak tetap terjaga,” kata dia.
Petugas Siap Turun ke Lapangan, Peternak Diimbau Segera Lapor
Gusnar mengimbau masyarakat tidak ragu memelihara sapi dan segera melapor kepada petugas jika membutuhkan layanan inseminasi buatan. Ia memastikan petugas tersebar di berbagai wilayah.
“Petugas kami banyak di lapangan. Ini semua dilakukan pemerintah untuk mendorong peternak lokal bisa lebih baik,” ujar Gusnar.
Fakta Singkat Program Inseminasi Buatan Gorontalo 2026
- Target IB: 3.000 ekor sapi sepanjang 2026
- Target keberhasilan: Minimal 2.000 ekor
- Bantuan sebelumnya: 1.973 ekor sapi langsung ke peternak
- Pemicu perubahan: Efisiensi anggaran pemerintah provinsi