FAO Akui Ketahanan Pangan Indonesia, Qodari Sebut Capaian Tertinggi CBP dan NTP Jadi Bukti

Penulis: Fajar  •  Senin, 29 Juni 2026 | 00:09:01 WIB
FAO mengakui Indonesia sebagai salah satu titik terang ketahanan pangan global di tengah krisis.

GORONTALO — FAO menempatkan Indonesia sebagai salah satu titik terang dalam peta pangan global di tengah krisis yang melanda sejumlah negara. Klaim itu disampaikan langsung oleh Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari, pada Senin (29/6/2026). Menurutnya, posisi Indonesia kini berada di peringkat keempat sebagai produsen beras terbesar dunia, di bawah India, Tiongkok, dan Bangladesh.

Lonjakan Cadangan Beras Pemerintah Capai Rekor Tertinggi

Qodari merinci, CBP pada Juni tahun ini mencapai 5,3 juta ton. Angka tersebut menjadi catatan tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. "Cadangan beras pemerintah atau CBP pada Juni tahun ini mencapai 5,3 juta ton yang menjadi catatan tertinggi sepanjang sejarah Indonesia," ujarnya.

Data tersebut, lanjut Qodari, juga didukung oleh angka produksi beras nasional. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Indonesia sepanjang 2025 mencapai 34,69 juta ton. Angka ini disebutnya sejalan dengan catatan FAO yang menyebut produksi Indonesia sebesar 35,6 juta ton dan data Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) sebesar 34,6 juta ton.

Nilai Tukar Petani Tertinggi dalam 34 Tahun

Peningkatan produksi juga berdampak langsung pada kesejahteraan petani. Qodari mengutip data BPS yang mencatat NTP pada Mei 2026 mencapai 127,73. "Artinya ekonomi para petani membaik sehingga daya beli mereka pun meningkat," ujar Qodari.

Angka tersebut disebut sebagai yang tertinggi dalam 34 tahun terakhir. Qodari menambahkan, Presiden Prabowo Subianto pada awal tahun 2026 telah menyatakan Indonesia resmi swasembada beras per 31 Desember 2025. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada impor beras sepanjang tahun 2025.

Pengakuan Internasional di Tengah Krisis Pangan Global

Di saat produksi dan cadangan pangan dunia mengalami tekanan, Indonesia justru mampu meningkatkan produksi dan memperkuat stok beras nasional. "Ini merupakan prestasi bangsa sekaligus pengingat betapa besarnya jasa para petani bagi kehidupan kita," pungkas Qodari.

Pemerintah mengklaim sektor pertanian mencatatkan capaian positif di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Penguatan ketahanan pangan dinilai membuahkan hasil, mulai dari meningkatnya cadangan beras pemerintah hingga pengakuan dari lembaga internasional.

Reporter: Fajar
Sumber: akurat.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top