GORONTALO — Jakarta — Samsung akhirnya buka suara soal ponsel lipat terbarunya lewat unggahan di YouTube dan Instagram. Lewat enam teaser berbeda, pabrikan asal Korea Selatan itu menonjolkan visual layar yang tampak lebih bidang dibandingkan Galaxy Z Fold6 atau Fold7.
Meski belum menyebut nama perangkat secara gamblang, frasa seperti "Sebuah bentuk baru" dan "Garis yang berani" muncul di beberapa unggahan. Kalimat itu diyakini sebagai sinyal perubahan desain signifikan pada lini lipat andalannya.
Laporan dari GSM Arena menyebutkan, teaser tersebut menjadi petunjuk resmi pertama dari Samsung soal perangkat lipat berikutnya. Sebelumnya, rumor soal aspek rasio lebih lebar sudah beredar di kalangan pengamat gadget.
Perubahan ini penting karena selama ini ponsel lipat Samsung, terutama seri Fold, kerap dikritik karena layar depannya yang terlalu sempit saat dilipat. Dengan bodi yang lebih lebar, pengalaman mengetik dan membaca di layar cover diharapkan terasa lebih natural seperti ponsel biasa.
Galaxy Z Fold8 diperkirakan debut bersamaan dengan Galaxy Z Fold8 Ultra dan Galaxy Z Flip8 dalam satu acara Galaxy Unpacked. Samsung memang punya kebiasaan meluncurkan beberapa varian lipat sekaligus di tahun-tahun sebelumnya.
Ketiga perangkat itu kemungkinan besar akan diperkenalkan pada 22 Juli 2026. Namun, tanggal tersebut masih bersifat prediksi dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh Samsung Indonesia.
Bagi penggemar gadget Tanah Air, kabar ini patut dicermati. Pasar ponsel lipat di Indonesia terus tumbuh, dan Samsung selama ini menjadi pemain dominan di segmen tersebut. Jika Galaxy Z Fold8 benar-benar hadir dengan layar lebih lebar, ini bisa menjadi daya tarik baru bagi pengguna yang beralih dari ponsel konvensional ke perangkat lipat.
Sayangnya, belum ada informasi soal harga atau ketersediaan di pasar lokal. Sebagai gambaran, Galaxy Z Fold7 dibanderol sekitar Rp 24 jutaan saat pertama rilis. Kemungkinan besar harga Galaxy Z Fold8 tidak akan jauh dari angka tersebut.
Untuk saat ini, kita hanya bisa menunggu konfirmasi resmi dari Samsung. Tapi satu hal yang pasti: era ponsel lipat dengan layar super sempit sepertinya akan segera berakhir.