GORONTALO — Sebanyak 15 pelaku UMKM binaan Pertamina di Gorontalo mengikuti pelatihan intensif yang tidak hanya menyentuh soal akses modal. Mereka dibekali cara mengatur arus kas, menjaga kesehatan keuangan usaha, hingga strategi pengembangan bisnis yang berkelanjutan.
Pelatihan ini digelar di Integrated Terminal Gorontalo dan menghadirkan dua narasumber utama: Officer SMEPP PT Pertamina (Persero) Dian Kuswardani serta Fasilitator Rumah BUMN Pertamina Bone Bolango, Faisal Hidayat Ali. Keduanya berbagi praktik terbaik dalam menjawab kebutuhan pasar yang terus berubah.
Akses Permodalan Bukan Satu-satunya Kunci
Supervisor HSSE Integrated Terminal Gorontalo, Nico Ferizano, menegaskan bahwa pemberdayaan UMKM tidak bisa hanya berhenti pada pemberian pinjaman. Menurutnya, peningkatan pengetahuan dan keterampilan menjadi investasi jangka panjang yang lebih berarti bagi pelaku usaha kecil.
“Pertamina tidak hanya menghadirkan dukungan melalui akses pendanaan, tetapi juga membekali mitra binaan dengan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam menjalankan usahanya,” ujar Nico dalam sambutannya mewakili manajemen terminal.
Ia menambahkan, para pelaku UMKM diharapkan mampu mengembangkan bisnis secara berkelanjutan, meningkatkan daya saing, dan memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitarnya.
Sesi Diskusi: Pelaku Usaha Curhat soal Tantangan Lapangan
Pelatihan dirancang interaktif. Para peserta tidak hanya duduk mendengarkan materi, tetapi juga diberikan ruang untuk berdialog langsung dengan narasumber melalui sesi konsultasi. Forum ini menjadi ajang bagi pelaku UMKM untuk menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi sehari-hari, mulai dari masalah permodalan hingga distribusi produk.
Mereka pun mendapatkan solusi yang lebih aplikatif sesuai dengan kebutuhan usaha masing-masing. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibandingkan pelatihan satu arah yang kerap kali tidak menyentuh akar persoalan.
Pertamina Targetkan UMKM Tangguh dan Ciptakan Lapangan Kerja
Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa pemberdayaan UMKM menjadi salah satu fokus perusahaan dalam menciptakan dampak sosial dan ekonomi di wilayah operasional.
“Pertamina terus mendorong lahirnya UMKM yang tangguh melalui pendampingan, pelatihan, serta perluasan akses terhadap berbagai peluang pengembangan usaha,” kata Lilik.
Ia berharap para mitra binaan dapat terus tumbuh, menciptakan lapangan kerja, dan menjadi penggerak ekonomi di daerah masing-masing. Langkah ini sekaligus menjadi kontribusi nyata perusahaan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di Gorontalo.
Selain materi keuangan dan permodalan, peserta juga mendapat pembekalan soal pengelolaan usaha yang lebih efektif, termasuk pemanfaatan energi secara aman dan efisien untuk menunjang operasional bisnis sehari-hari.