Google Hapus Watermark AI dari Gemini, Identitas Konten Tetap Terlacak

Penulis: Fajar  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:05:31 WIB
Google menghapus watermark terlihat pada konten AI Gemini, tetapi SynthID dan metadata C2PA tetap aktif untuk pelacakan.

GORONTALO — Google mengumumkan kebijakan baru pada Jumat lalu yang memberikan kendali lebih besar kepada pengguna atas konten buatan AI. Melalui pengaturan bernama Media Watermark, pengguna bisa mematikan tanda air terlihat yang selama ini tercetak di hasil generasi model AI.

Kebijakan ini berlaku untuk model Nano Banana, Omni, dan Lyria yang terintegrasi di ekosistem Gemini. Keputusan ini diambil untuk menjawab kebutuhan profesional kreatif yang kerap merasa watermark mengganggu hasil karya mereka.

Watermark Opsional, Jejak Digital Tetap Aktif

Meski tanda air visual bisa dihilangkan, Google memastikan sistem keamanan di balik layar tidak ikut dinonaktifkan. Setiap file yang dihasilkan AI tetap membawa SynthID, watermark tak terlihat yang tertanam di level piksel atau frekuensi audio.

Selain itu, metadata C2PA (Content Credentials) juga tetap disematkan. Standar ini memungkinkan siapa pun memverifikasi asal-usul file melalui tools pengecek seperti Gemini atau Google Search.

"Kami menyeimbangkan kontrol kreatif dan keamanan: watermark terlihat kini opsional, tapi SynthID dan metadata C2PA tetap dipakai untuk transparansi. Anda masih bisa memakai Gemini atau Search untuk mengecek apakah sebuah gambar dibuat AI," tulis Josh Woodward, VP Gemini, di akun X-nya.

Cara Mengaktifkan dan Dampaknya bagi Pengguna

Fitur ini akan digulirkan secara bertahap dalam beberapa hari ke depan. Pengguna bisa mengakses menu Settings > Media Watermark untuk mengatur kemunculan tanda air, baik diaktifkan maupun dimatikan.

Perubahan ini juga menjawab perdebatan industri yang sedang memanas. Sebelumnya, Anthropic sempat menuai kritik karena menyematkan watermark pada file teks dan dokumen hasil Claude, sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi Uni Eropa.

Google Rilis Credentio untuk Verifikasi Lokal

Bersamaan dengan kebijakan watermark, Google juga membuka sumber kode library baru bernama Credentio. Library ini memungkinkan developer mengintegrasikan mekanisme validasi konten AI langsung di aplikasi mereka, tanpa perlu terhubung ke server pusat.

Langkah ini memberi alternatif bagi pengembang yang ingin memverifikasi keaslian file secara mandiri. Bagi pengguna akhir, artinya jejak digital konten AI bisa diperiksa di lebih banyak platform ke depannya.

Kebijakan baru ini paling relevan untuk kreator konten, desainer, dan tim produksi yang memanfaatkan AI untuk pekerjaan komersial. Mereka kini bisa menghasilkan materi visual atau audio tanpa distraksi watermark, sementara risiko penyalahgunaan tetap bisa dilacak oleh pihak berwenang atau platform distribusi.

Reporter: Fajar
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top