Review 2027 Mitsubishi Eclipse Sportback EV: Jantung Nissan Leaf, Tampang Lebih Berani

Penulis: Saiful  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 23:23:31 WIB
Mitsubishi Eclipse Sportback EV tampil dengan desain eksterior yang lebih tajam dan agresif dibandingkan basis Nissan Leaf yang digunakannya.

GORONTALO — Kita sudah cukup lama menunggu Mitsubishi punya EV lagi, dan jawabannya datang dalam bentuk yang tidak terduga: Eclipse Sportback. Mobil ini pada dasarnya adalah Nissan Leaf dengan bodi baru yang lebih agresif dan garang. Setelah memegang data teknisnya, kesan pertama yang muncul adalah Mitsubishi tidak main-main serius dalam urusan desain, tapi juga tidak repot-repot menyembunyikan asal-usul teknisnya.

Desain Eksterior: Menyamar di Balik Wajah Baru yang Tajam

Dari depan, Eclipse Sportback jelas berbeda dari Leaf. Mitsubishi memasang wajah khas terbaru mereka yang lebih tajam dan futuristik. Ini bukan sekadar ubahan kecil; keseluruhan body kit, lampu, dan grille didesain ulang total. Hasilnya, mobil ini terlihat lebih mahal dan sporty dari harga aslinya.

Namun, begitu mata bergerak ke profil samping dan belakang, siluet khas Leaf mulai terlihat. Ini bukan kritik, melainkan fakta bahwa platform dan struktur dasarnya memang sama. Yang membuatnya menarik, Mitsubishi berhasil menyamarkan DNA Leaf tersebut dengan cukup baik.

Spesifikasi Teknis: Satu Motor, Satu Pilihan

Di balik kap mesinnya, tidak ada kejutan. Mitsubishi memakai paket mekanis yang sama persis dengan Nissan: satu motor listrik bertenaga 214 hp yang menggerakkan roda depan. Ini bukan mobil untuk mengejar rekor akselerasi, tapi cukup untuk penggunaan harian di perkotaan maupun tol.

Dengan tenaga sebesar itu, Eclipse Sportback tidak berusaha menjadi mobil sport murni. Ia lebih condong ke arah grand tourer listrik yang nyaman dan efisien. Sayangnya, belum ada angka resmi untuk kapasitas baterai dan jarak tempuh, jadi kita harus menunggu data lebih lanjut untuk menilai efisiensinya.

Varian dan Paket Opsi: Sederhana, Tidak Ribet

Mitsubishi sengaja membuat segalanya sederhana. Hanya ada satu trim level yang ditawarkan, dan satu-satunya cara untuk menambah fitur adalah lewat paket Technology. Paket ini berisi:

  • Atap kaca panorama
  • Power liftgate
  • Sistem audio premium Bose 10-speaker
  • Roof rails untuk box atau rak sepeda

Strategi ini jelas: memudahkan calon pembeli yang tidak mau pusing memilih konfigurasi rumit. Tapi di sisi lain, ini juga berarti tidak ada opsi untuk mendapatkan fitur keselamatan tambahan atau desain interior yang berbeda.

Posisi di Pasar dan Kompetitor

Dengan strategi "satu varian saja", Mitsubishi menempatkan Eclipse Sportback sebagai penantang langsung di segmen EV kompak premium. Kompetitor utamanya jelas berasal dari Korea dan Eropa, yang sudah lebih dulu mapan dengan model seperti Hyundai Ioniq 5 atau Kia EV6. Pertanyaannya, apakah desain garang dan kesederhanaan ini cukup untuk menarik pembeli yang sudah terbiasa dengan fitur melimpah?

Keputusan memakai basis Leaf juga berarti Mitsubishi mewarisi kelebihan dan kekurangan platform tersebut. Jika Leaf dikenal punya kabin yang lapang, maka Eclipse Sportback akan sama. Namun jika Leaf punya kekurangan di area tertentu, kemungkinan besar mobil ini juga mengalaminya.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Ada beberapa catatan penting sebelum Anda mengeluarkan uang puluhan juta rupiah untuk mobil ini:

  • Harga bisa menjadi isu: Dengan basis Leaf yang sudah berumur, harga jualnya harus kompetitif. Jika diletakkan di atas harga Leaf, calon pembeli mungkin berpikir dua kali.
  • Teknologi baterai: Karena memakai basis Leaf, ada kemungkinan teknologi baterainya tidak sebaru kompetitor. Ini akan berpengaruh pada waktu charging dan manajemen termal.
  • Fitur keselamatan: Belum ada konfirmasi detail soal fitur ADAS (Advanced Driver Assistance Systems). Ini wajib dicek sebelum memutuskan membeli.

Kesimpulan Awal: Menjanjikan, Tapi Belum Lengkap

Eclipse Sportback adalah langkah berani Mitsubishi untuk kembali ke pasar EV. Desainnya berhasil membuat mobil ini terlihat lebih mahal dari basisnya, dan strategi varian tunggalnya bisa menjadi nilai jual tersendiri bagi yang tidak suka ribet.

Namun, karena ini masih tahap prototipe dan data spesifikasi belum lengkap, kami belum bisa memberikan verdict final. Yang jelas, mobil ini akan menjadi pilihan menarik di kelasnya jika harganya tepat. Untuk saat ini, kita tunggu saja pengumuman resmi soal harga dan ketersediaannya di pasar global, termasuk kemungkinan masuk ke Indonesia.

Reporter: Saiful
Sumber: caranddriver.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top