Pencarian

Piala Dunia 2026: FIFA Tegaskan Timnas Iran Tetap Berlaga di Amerika Serikat

Sabtu, 02 Mei 2026 • 05:24:17 WIB
Piala Dunia 2026: FIFA Tegaskan Timnas Iran Tetap Berlaga di Amerika Serikat
Presiden FIFA Gianni Infantino memastikan timnas Iran akan bertanding di Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.

Presiden FIFA Gianni Infantino memastikan tim nasional Iran tetap berpartisipasi di Piala Dunia 2026 dan akan melakoni pertandingan di Amerika Serikat. Keputusan ini muncul sebagai respons atas ketegangan diplomatik serta isu pembatasan visa yang sempat membayangi status kepesertaan skuad Team Melli.

Kepastian nasib Iran di turnamen sepak bola paling bergengsi sejagat tersebut disampaikan langsung oleh Gianni Infantino saat membuka Kongres FIFA di Kanada. Di tengah riuh spekulasi boikot atau pemindahan lokasi laga, orang nomor satu di FIFA itu menjamin posisi Iran tidak akan diganggu gugat.

Infantino menekankan bahwa sepak bola harus berdiri di atas kepentingan politik. Baginya, kehadiran Iran di tanah Amerika Serikat merupakan simbol dari pesan persatuan yang ingin diusung federasi sepak bola dunia tersebut kepada publik global.

"Tentu saja Iran akan berpartisipasi di Piala Dunia FIFA 2026. Dan tentu saja Iran akan bermain di Amerika Serikat," ujar Infantino, melansir laporan Antara, Sabtu (2/5).

Misi Persatuan di Tengah Tensi Politik

FIFA bergeming meski hubungan diplomatik antara Teheran dan Washington terus memanas. Infantino menilai komitmen menjaga nilai olahraga jauh lebih penting daripada terjebak dalam pusaran konflik antarnegara yang tidak ada habisnya.

"Alasannya sangat sederhana, kita harus bersatu. Ini adalah tanggung jawab saya, tanggung jawab kita bersama," tegas Infantino di hadapan para delegasi kongres.

Persoalan visa sempat menjadi batu sandungan utama. Delegasi Iran diketahui absen dalam agenda resmi di Kanada akibat restriksi ketat. Sorotan tajam tertuju pada Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, yang dituding memiliki keterkaitan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Pengetatan Masuk Wilayah Kanada dan AS

Pemerintah Kanada sejak 2024 telah melabeli IRGC sebagai organisasi teroris. Kebijakan ini berdampak langsung pada mobilitas ofisial tim nasional Iran yang ingin memasuki wilayah Amerika Utara untuk keperluan koordinasi turnamen.

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, memastikan penyaringan ketat tetap diberlakukan tanpa pengecualian bagi siapa pun yang berafiliasi dengan kelompok tersebut. Langkah ini menjadi tantangan logistik serius bagi Iran mengingat Piala Dunia 2026 digelar di tiga negara: AS, Kanada, dan Meksiko.

“IRGC dan seluruh anggotanya telah masuk daftar organisasi teroris. Para anggota dilarang datang. Kami melakukan penyaringan ketat dan tidak ada anggota yang memasuki negara ini,” kata Carney menegaskan posisi Ottawa.

Syarat Khusus dari Washington

Meski FIFA menolak permintaan Teheran untuk memindahkan lokasi pertandingan ke luar wilayah Amerika Serikat, pihak tuan rumah memberikan sedikit kelonggaran. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan pihaknya tidak keberatan dengan kehadiran para pemain di lapangan hijau.

Namun, Rubio memberikan batasan yang sangat kaku. Pemain Iran dipersilakan menginjakkan kaki di Amerika Serikat, tetapi mereka dilarang keras membawa staf atau ofisial yang terbukti memiliki hubungan dengan jaringan IRGC.

Iran sendiri telah mengamankan tiket putaran final lewat performa impresif di babak kualifikasi. Dengan format baru 48 peserta, mobilitas tim akan menjadi kunci, dan kini beban ada di pundak federasi Iran untuk memastikan komposisi tim mereka bersih dari individu yang masuk dalam daftar hitam tuan rumah.

Keputusan FIFA ini sekaligus menutup perdebatan panjang mengenai status Iran, meski aroma politik dipastikan tetap akan menyengat selama turnamen berlangsung nanti.

Bagikan
Sumber: balipost.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks