GORONTALO — Angka pertumbuhan ekonomi Gorontalo sebesar 7,68 persen pada triwulan I 2026 menjadi yang tertinggi sejak pandemi Covid-19 melanda beberapa tahun lalu. Capaian ini sekaligus menempatkan provinsi tersebut di posisi keempat secara nasional berdasarkan rilis BPS awal Mei 2026.
Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Gorontalo, Mohamad Trizal Entengo, menyebut pertumbuhan itu bukan sekadar angka. Menurutnya, indikator tersebut menunjukkan iklim investasi yang menggeliat, perputaran uang yang lebih baik, dan penerimaan negara yang meningkat.
Pani Gold Mulai Setor Rp12 Miliar ke Kas Daerah
Sektor pertambangan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan. Trizal yang juga menjabat Juru Bicara Pemprov Gorontalo menyebutkan, Perusahaan Pani Gold di Kabupaten Pohuwato yang sudah berproduksi pada tahap perdana telah menyumbang sekitar Rp12 miliar ke pemerintah provinsi.
"Belum bicara penerimaan oleh pemerintah pusat dan kabupaten/kota," kata Trizal dalam pernyataan yang diterima, Senin (12/5).
Nilai Tukar Petani Tembus 120,24 Poin
Di sektor pertanian, kesejahteraan petani juga menunjukkan perbaikan. Nilai tukar petani (NTP) tercatat naik ke angka 120,24 poin, sementara inflasi daerah relatif terkendali di level 2,60 persen secara year on year.
Kondisi ini dinilai menjadi sinyal positif bahwa daya beli masyarakat di daerah agraris tetap terjaga di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Keberlanjutan
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, melalui Trizal, berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI/Polri, instansi vertikal, perbankan, dan swasta terus berjalan baik. Visi "Gorontalo Maju dan Sejahtera" disebut bisa terwujud jika sinergi itu dipertahankan.
Pencapaian ini sekaligus menjadi pembanding bagi daerah lain di kawasan timur Indonesia yang tengah berupaya mendongkrak pertumbuhan ekonominya pasca-pandemi.