BOALEMO — Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bina Mandiri Boalemo tidak hanya fokus pada kompetensi vokasi. Lembaga pendidikan itu kini memperkuat pendidikan kebencanaan dengan menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Boalemo. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan di lingkungan sekolah pada Sabtu (16/5/2026) dan dirangkaikan dengan simulasi mitigasi kebakaran.
Simulasi Pemadaman: Dari Kain Basah hingga APAR
Dalam kegiatan tersebut, siswa dan tenaga pendidik mendapat kesempatan mempraktikkan langsung teknik pemadaman api. Petugas Damkar mengajarkan dua metode, yakni cara tradisional menggunakan kain atau karung goni basah untuk memutus suplai oksigen pada titik api, dan metode modern menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dengan teknik PASS: Pull, Aim, Squeeze, Sweep.
Para siswa tampak antusias mengikuti instruksi dan langsung mempraktikkan pemadaman api di bawah pengawasan instruktur profesional. Simulasi ini tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga membangun kerja sama tim, komunikasi efektif, dan kemampuan mengambil keputusan cepat dalam situasi darurat.
Pendidikan Karakter Lewat Mitigasi Bencana
Kepala SMK Bina Mandiri Boalemo, Yuriko B. Ishak, S.Pd., menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari penguatan pendidikan karakter dan pembelajaran kontekstual. Menurutnya, siswa tidak hanya dibekali kompetensi akademik dan keterampilan vokasi, tetapi juga kemampuan