Pencarian

Rupiah Tembus Rp 17.724 per Dolar AS, Level Terlemah Sepanjang Sejarah Terjadi Pagi Ini

Selasa, 19 Mei 2026 • 10:59:01 WIB
Rupiah Tembus Rp 17.724 per Dolar AS, Level Terlemah Sepanjang Sejarah Terjadi Pagi Ini
Rupiah mencapai level terlemah sepanjang sejarah di Rp 17.724 per dolar AS pagi ini.

GORONTALO — Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka melemah 13 poin di level Rp 17.681 per dolar AS, lalu terus bergerak ke posisi Rp 17.724 pada pukul 10.24 WIB. Sepanjang tahun berjalan 2025, depresiasi rupiah telah mencapai 6,25%. Level ini sekaligus memecahkan rekor terlemah sebelumnya yang sempat terjadi saat krisis moneter 1998.

Tekanan Eksternal dan Domestik yang Saling Beririsan

Pelemahan rupiah tidak berdiri sendiri. Mayoritas mata uang Asia turut tertekan oleh penguatan dolar AS. Won Korea Selatan melemah 0,74%, baht Thailand turun 0,18%, dan yen Jepang melemah 0,08%. Namun, rupiah menjadi salah satu yang paling parah terdampak karena faktor domestik ikut memperberat.

Analis Doo Financial Lukman Leong menilai, meredanya ketegangan geopolitik Timur Tengah setelah Presiden AS Donald Trump menunda serangan ke Iran sempat memberi sedikit ruang napas. Namun, sentimen itu tidak cukup kuat untuk membalikkan arah rupiah. “Pelaku pasar masih menunggu keputusan BI. Ekspektasi kenaikan suku bunga membuat mereka cenderung wait and see,” ujar Lukman.

Mengapa Level Rp 17.700 Ini Krusial bagi Pelaku Bisnis dan Investor

Bagi importir, level kurs ini berarti biaya bahan baku impor melonjak drastis, terutama untuk sektor manufaktur yang bergantung pada komponen luar negeri. Sementara bagi perusahaan yang memiliki utang dalam denominasi dolar, beban pembayaran bunga dan pokok utang otomatis membengkak. Di sisi lain, eksportir komoditas seperti batu bara dan kelapa sawit justru diuntungkan karena penerimaan dalam dolar AS menjadi lebih besar saat dikonversi ke rupiah.

Investor portofolio asing pun menghadapi tekanan ganda. Selain capital outflow yang sudah terjadi, nilai aset dalam rupiah mereka menyusut jika diukur dalam mata uang global. Data Bloomberg menunjukkan, pelemahan ini terjadi meski yield obligasi pemerintah Indonesia masih kompetitif dibandingkan negara peers.

Proyeksi dan Skenario ke Depan: Antara Intervensi BI dan Sentimen Global

Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 17.600 hingga Rp 17.700 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Potensi penguatan masih ada, namun sangat terbatas. Pasar kini fokus pada hasil RDG Bank Indonesia yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan untuk menahan laju depresiasi. Langkah ini sudah diantisipasi oleh sebagian besar pelaku pasar, sehingga dampaknya mungkin hanya bersifat sementara jika tidak dibarengi dengan kebijakan fiskal yang mendukung.

Jika BI benar menaikkan suku bunga, efek jangka pendeknya bisa menstabilkan rupiah. Namun, risiko perlambatan ekonomi akibat biaya pinjaman yang lebih tinggi menjadi konsekuensi yang harus dihadapi. Pelaku bisnis disarankan untuk melakukan lindung nilai (hedging) atas exposure valas mereka dan mencermati keputusan BI yang akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan.

Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks