Pencarian

Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU Sepakat: Iduladha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026

Selasa, 19 Mei 2026 • 18:19:02 WIB
Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU Sepakat: Iduladha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026
Menteri Agama mengumumkan Iduladha 1447 H jatuh pada 27 Mei 2026 setelah sidang isbat di Kementerian Agama.

JAKARTA — Menteri Agama Nasaruddin Umar mengumumkan bahwa 1 Zulhijjah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, 10 Zulhijjah atau Iduladha diperingati pada 27 Mei 2026. Keputusan ini diambil setelah sidang isbat di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta.

Kriteria Hilal MABIMS Jadi Acuan Penetapan

Menurut Nasaruddin, penetapan awal Zulhijjah mengintegrasikan metode hisab dan rukyat. Acuannya adalah kriteria yang disepakati negara-negara anggota MABIMS: Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Kriteria tersebut mensyaratkan hilal memiliki tinggi minimal 3 derajat di atas ufuk dan elongasi minimal 6,4 derajat saat matahari terbenam. Data hisab Kementerian Agama menunjukkan posisi hilal di Indonesia pada ketinggian 3 derajat 17 menit hingga 6 derajat 56 menit. Elongasinya mencapai 8 derajat 54 menit hingga 10 derajat 37 menit.

88 Titik Pemantauan, Hilal Terlihat di Lamongan

Kementerian Agama melaksanakan rukyatul hilal di 88 titik pemantauan di seluruh Indonesia. Dari laporan yang diterima, hilal pertama kali terkonfirmasi terlihat di Kabupaten Lamongan. Kesaksian itu telah disahkan melalui sumpah oleh hakim Pengadilan Agama setempat.

“Disepakati bahwa tanggal 1 Zulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada hari Senin tanggal 18 Mei 2026 Masehi dan dengan demikian Hari Raya Iduladha tanggal 10 Zulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada hari Rabu tanggal 27 Mei 2026 Masehi,” ujar Menag Nasaruddin dalam konferensi pers.

Muhammadiyah dan NU Sudah Sejalan Sejak Awal

Keputusan pemerintah ini membuat pelaksanaan Iduladha tahun ini berlangsung serentak. Sebelumnya, PP Muhammadiyah telah menetapkan Iduladha 1447 H pada 27 Mei 2026 berdasarkan metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Sementara itu, Lembaga Falakiyah PBNU juga merilis data hisab yang menunjukkan posisi hilal telah memenuhi syarat penetapan awal Zulhijjah.

Menag berharap keputusan ini menjadi pedoman bersama bagi umat Islam dalam menjalankan rangkaian ibadah Zulhijjah, termasuk puasa Tarwiyah, puasa Arafah, salat Iduladha, hingga ibadah kurban. “Lebih dari itu, kita semua berharap momentum ini dapat memperkuat kebersamaan dan mempererat ukhuwah Islamiyah,” kata Nasaruddin.

Bagikan
Sumber: mimoza.tv

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks