Penurunan harga yang mencapai lebih dari 60 persen ini menjadi pukulan telak bagi warga yang telah membudidayakan rumput laut sejak 1994. Kepala Desa Ilodulunga, Mustagfir Bahrudin, menyebut kondisi ini langsung menghantam kesejahteraan masyarakat.
"Harga kemarin itu per kilogram sampai Rp39.000 sehingga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Mulai dari anak-anak sampai orang tua bisa merasakannya," ujarnya saat mendampingi kunjungan gubernur.
Kini, harga yang anjlok membuat pendapatan petani menyusut drastis. Aktivitas budidaya yang menjadi sumber utama penghidupan sebagian besar warga desa pesisir itu pun terancam.
Bukan Cuma Harga, Pemecah Ombak Roboh Ancam Pemukiman
Selain persoalan harga, warga Desa Ilodulunga juga mendesak pemerintah segera memperbaiki infrastruktur pemecah ombak. Kondisinya saat ini sudah rusak parah dan tidak mampu lagi menahan gelombang.
Ketiadaan penahan ombak yang memadai membuat kawasan pemukiman warga kerap dilanda banjir rob. Kondisi ini semakin parah saat angin Barat bertiup kencang bertepatan dengan air laut pasang.
Mustagfir berharap realisasi perbaikan fasilitas ini bisa segera diwujudkan dalam waktu dekat. "Keselamatan warga jadi prioritas utama," tegasnya.
APBD Terbatas, Pemprov Bakal Bawa Keluhan ke KKP
Menghadapi dua persoalan berat ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo tidak tinggal diam. Gubernur Gusnar Ismail yang turut didampingi Wakil Bupati Gorontalo Utara Nurjanah Hasan Yusuf, Asisten I Sila Botutihe, serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aryanto Husain, meninjau langsung lokasi pemecah ombak yang roboh.
Pemprov mengakui keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang saat ini menyusut. Sebagai solusi, pemerintah daerah akan memperjuangkan anggaran perbaikan infrastruktur langsung ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.
Rombongan juga menyempatkan diri melihat potensi pengembangan budidaya rumput laut lokal. Langkah strategis ini diharapkan bisa menstabilkan harga dan memulihkan ekonomi warga pesisir Gorontalo Utara dalam waktu dekat.