GORONTALO UTARA — Bantuan bahan bakar minyak (BBM) dari Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Gorontalo menjadi penopang utama operasional alat berat di lokasi bencana Kecamatan Biau. Sebanyak 400 liter Biosolar disalurkan untuk memastikan mobilitas kendaraan pengangkut material dan peralatan evakuasi berjalan tanpa hambatan.
Penyerahan bantuan dilakukan di Kecamatan Biau dan disaksikan oleh unsur Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, jajaran kecamatan, aparat setempat, para kepala desa, serta masyarakat terdampak. BPBD Kabupaten Gorontalo Utara akan mengoordinasikan pemanfaatan BBM tersebut agar tepat sasaran sesuai kebutuhan di lapangan.
Kebutuhan Mendesak untuk Alat Berat dan Truk Material
Bantuan ini difokuskan untuk menunjang operasional alat berat yang membuka akses jalan dan membersihkan lokasi terdampak. Truk pengangkut material juga membutuhkan pasokan solar agar proses evakuasi warga dan pemulihan akses bisa dipercepat.
Integrated Terminal Manager Gorontalo, Mohammad Fajri Fitrianto, mengatakan ketersediaan bahan bakar menjadi faktor krusial dalam masa tanggap darurat. “Bantuan Biosolar ini diharapkan dapat mendukung kelancaran operasional alat berat dan kendaraan pendukung lainnya sehingga proses evakuasi maupun penanganan dampak bencana dapat berjalan lebih efektif,” ujar Fajri.
Sinergi Perusahaan dan Pemerintah Daerah
Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan di luar tugas pokok menjaga pasokan energi. Menurutnya, kolaborasi antara Pertamina, pemerintah daerah, BPBD, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci percepatan pemulihan pascabencana.
“Pertamina terus berupaya memberikan dukungan sesuai kebutuhan di lapangan. Sinergi seluruh pihak sangat diperlukan agar proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan optimal,” kata Lilik.
Apresiasi Pemerintah Setempat
Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara mengapresiasi langkah Pertamina yang dinilai sangat membantu kebutuhan mendesak selama masa tanggap darurat. Pasokan BBM memastikan alat berat dan kendaraan operasional tetap bekerja tanpa hambatan di lokasi bencana.
Bantuan ini juga menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi bencana serta membangun kemitraan antara dunia usaha dan pemerintah.