GORONTALO — Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa hingga pukul 12.17 WITA, BMKG mencatat 13 kali aktivitas gempa susulan. Magnitudo terbesar dari rangkaian susulan itu mencapai M 5,1. Data ini merupakan pemutakhiran dari catatan awal BMKG yang menunjukkan sembilan kali aftershock hingga pukul 11.20 WIB.
Pusat Gempa di Darat, Kedalaman 10 Kilometer
BMKG memastikan gempa utama berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan dan 120,24 Bujur Timur. Episenter berada 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala. Kedalaman gempa tercatat 10 kilometer, termasuk kategori dangkal.
Guncangan terkuat dilaporkan terjadi di Kota Palu dan Kabupaten Poso. Di Palu, warga merasakan getaran selama 4 hingga 6 detik. Laporan serupa datang dari Poso dengan durasi sekitar 6 detik. Di Kabupaten Sigi, guncangan berlangsung sekitar 5 detik. Warga di ketiga wilayah itu panik dan berhamburan keluar rumah.
Donggala dan Parigi Moutong Ikut Terdampak
Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Sementara itu, di Kabupaten Parigi Moutong, getaran dirasakan oleh banyak orang. Laporan menyebut jendela dan pintu berderik, serta dinding bangunan berbunyi.
“Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Selasa (16/6). BNPB belum merinci jumlah bangunan yang rusak dan jenis kerusakan yang terjadi.
Warga Diminta Waspada Gempa Susulan
Abdul Muhari meminta masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. “BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama,” ujarnya.
Gempa susulan masih mungkin terjadi mengingat pusat gempa utama berada di darat dengan kedalaman dangkal. BMKG mengimbau warga untuk tidak panik berlebihan namun tetap menjauhi bangunan yang retak atau rusak. BNPB masih melakukan pendataan dampak kerusakan dan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat.