Kabupaten Gorontalo — Sri Adelia A. Padjili, siswi kelas IX SMP Negeri 3 Telaga, menyampaikan rasa syukurnya saat Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat meresmikan program revitalisasi sekolahnya. Dalam kesempatan itu, ia mewakili seluruh siswa siswi untuk mengucapkan terima kasih atas pembangunan sarana pendidikan yang dinilai sangat berkualitas.
SMP Negeri 3 Telaga memperoleh alokasi revitalisasi sebesar Rp1,436 miliar pada tahun 2025. Anggaran tersebut digunakan untuk membangun laboratorium komputer, memperbaiki sanitasi sekolah, merehabil dua ruang kelas, mengupgrade laboratorium IPA, dan memperbaharui fasilitas toilet.
Sri Adelia memuji kualitas bangunan hasil renovasi. "Bangunannya bagus sekali, ada juga Papan Interaktif Digital yang sangat membantu pelajaran," ungkapnya kepada para pejabat yang hadir, termasuk Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie.
Meski puas dengan fasilitas baru, siswi tersebut juga menggunakan momen itu untuk menyampaikan kebutuhan mendesak lainnya. Berdasarkan pengamatan di laboratorium komputer yang baru dibangun, hanya tersedia lima unit perangkat. Jumlah tersebut jauh dari kebutuhan aktual satu kelas yang terdiri dari 32 siswa.
"Kami juga membutuhkan bantuan komputer. Di laboratorium ini hanya ada lima unit komputer. Maunya sebanyak 32 unit sesuai jumlah siswa dalam satu kelas," katanya, secara langsung kepada Wakil Menteri.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah merespons positif pelaksanaan program di Gorontalo. Atip Latipulhayat menilai kualitas bangunan hasil revitalisasi sudah sesuai dengan visi pemerintah untuk mewujudkan pendidikan berkualitas melalui sarana fisik yang memadai.
"Saya sudah melihat langsung bangunan hasil revitalisasi, kualitasnya bagus sekali. Terima kasih kepada bapak ibu kepala sekolah yang sudah melaksanakan penuh tanggung jawab. Pelaksanaan revitalisasi ini memang harus kita pertanggungjawabkan karena ini adalah uang dari rakyat," jelas Atip.
Program revitalisasi di SMP Negeri 3 Telaga merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di daerah. Dengan kehadiran fasilitas baru seperti laboratorium komputer dan Papan Interaktif Digital, pembelajaran siswa diharapkan semakin interaktif dan menyesuaikan dengan perkembangan teknologi pendidikan modern.