GORONTALO — Dua pasangan calon pengurus yang berlaga dalam debat tersebut sama-sama menjadikan inovasi berbasis teknologi sebagai pilar utama program kerja. Pasangan nomor urut 1, Dedy Bagas Perkasa dan Beny Rahbandiyosa Sabri, serta pasangan nomor urut 2, Rohani Budi Prihatin dan Saeful Anwar, memaparkan visi mereka untuk memodernisasi koperasi yang telah lama melayani para pegawai di lingkungan DPR.
Dari Pemesanan Daring hingga Distribusi Berbasis Digital
Menurut Suprihartini, gagasan yang mengemuka mencakup pengembangan sistem pemesanan barang secara daring dan distribusi barang yang terintegrasi dengan teknologi informasi. Langkah ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi dan memudahkan anggota mengakses layanan koperasi tanpa harus datang langsung.
“Alhamdulillah, tadi dua calon pengurus memaparkan visi-visi terkait bagaimana tata kelembagaan koperasi kita dan juga proses-proses digitalisasi dari berbagai usaha yang sudah dilakukan,” ujar Suprihartini usai acara. Ia menambahkan bahwa sejumlah inisiatif digital sebenarnya sudah berjalan di bawah kepengurusan saat ini dan akan terus dikembangkan.
Bukan Sekadar Gengsi, Digitalisasi untuk Efisiensi Stok dan Usaha
Suprihartini menjelaskan, penerapan sistem digital bukan hanya soal mengikuti tren. Dengan data yang terintegrasi, koperasi bisa menyesuaikan stok barang secara real-time dengan kebutuhan anggota. Hal ini membuat pengelolaan usaha lebih efisien dan berkelanjutan, sehingga keuntungan yang diraih bisa dimaksimalkan untuk kesejahteraan anggota.
“Itu tadi pertanyaan yang saya ajukan khususnya terkait dengan digitalisasi yang akan dilakukan,” katanya, merujuk pada sesi tanya jawab dalam debat.
Pengawasan dan Mitigasi Risiko Jadi Sorotan
Debat tidak hanya diikuti oleh calon pengurus. Dua calon pengawas koperasi, Indra Pahlevi dan Sam Karya Nugraha, juga memaparkan pandangan mereka. Keduanya menekankan pentingnya penguatan sistem pengawasan dan mitigasi risiko dalam setiap lini usaha koperasi. Hal ini dinilai krusial agar bisnis koperasi tetap sehat dan terhindar dari penyimpangan.
Suprihartini mengapresiasi keseriusan seluruh kandidat. Menurutnya, program yang ditawarkan tidak sekadar janji, tetapi mencerminkan upaya menjawab tantangan zaman. Ia berharap, siapa pun yang terpilih nanti bisa merealisasikan gagasan yang telah disampaikan.
“Yang terpenting adalah bagaimana usaha-usaha yang akan mereka lakukan dapat menjaga keberlangsungan koperasi dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh anggota,” pungkasnya.