POHUWATO — Pemerintah Kabupaten Pohuwato mengambil langkah strategis dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis lingkungan. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pemerintah setempat resmi menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UmGo) dan PT PLN Nusantara Power UP Gorontalo untuk menyusun kurikulum khusus.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tersebut dilakukan di sela upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di halaman Kantor Bupati Pohuwato, Senin (4/5/2026). Kerja sama ini fokus pada pengembangan materi muatan lokal bertema burung dan hutan yang akan diajarkan di sekolah-sekolah wilayah Kecamatan Taluditi.
Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam, menyebut langkah ini sebagai investasi jangka panjang daerah untuk menjaga ekosistem. Menurutnya, kesadaran menjaga alam harus ditanamkan sejak dini agar generasi muda memiliki kedekatan emosional dengan kekayaan hayati di tanah kelahirannya.
Pemilihan Kecamatan Taluditi sebagai lokasi awal implementasi bukan tanpa alasan. Wilayah ini dikenal memiliki keragaman hayati yang tinggi, terutama populasi burung endemik dan kawasan hutan yang masih terjaga. Pemerintah ingin siswa di wilayah tersebut mengenal potensi lingkungan mereka secara saintifik maupun praktis.
“Melalui kurikulum muatan lokal ini, kita ingin membangun kesadaran generasi muda sejak dini untuk mencintai dan menjaga lingkungan, khususnya ekosistem hutan dan keberadaan burung sebagai bagian penting dari keseimbangan alam,” ujar Iwan S. Adam usai menyaksikan prosesi penandatanganan.
Iwan menambahkan, program ini merupakan bentuk konkret pendidikan berbasis kearifan lokal. Sektor industri seperti PLN dan akademisi dari UmGo dilibatkan untuk memastikan materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan konservasi saat ini.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pohuwato, Arman Mohamad, menjelaskan bahwa pihaknya tengah mematangkan perangkat pembelajaran. Kurikulum ini tidak akan hanya berisi teori di dalam kelas, tetapi juga menekankan pada pengalaman langsung siswa di alam terbuka.
Beberapa poin utama dalam pengembangan kurikulum ini meliputi:
“Kami akan menyiapkan perangkat pembelajaran, termasuk modul dan bahan ajar yang mengangkat tema burung dan hutan. Ini juga akan dipadukan dengan kegiatan praktik agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga pengalaman langsung di lapangan,” jelas Arman.
Kehadiran PT PLN Nusantara Power UP Gorontalo dan UmGo diharapkan memperkuat sisi inovasi pendidikan yang berkelanjutan. Sektor swasta berperan dalam dukungan sumber daya, sementara perguruan tinggi memastikan validitas data dan metodologi pengajaran yang digunakan.
Pemerintah Kabupaten Pohuwato menargetkan program di Taluditi ini menjadi proyek percontohan (pilot project). Jika berhasil meningkatkan literasi lingkungan siswa, kurikulum serupa bakal diadopsi oleh sekolah-sekolah di kecamatan lain di seluruh Kabupaten Pohuwato.
“Kami berharap program ini bisa menjadi percontohan dan ke depan dapat dikembangkan di wilayah lain di Kabupaten Pohuwato,” pungkas Arman.