Upacara Hardiknas 2026 di Kabupaten Pohuwato berlangsung khidmat dengan nuansa budaya lokal yang kental. Seluruh peserta, mulai dari kepala sekolah, guru, hingga siswa tingkat TK, SD, dan SMP, mengenakan pakaian adat Gorontalo. Tahun ini, pemerintah mengusung tema "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua".
Dalam amanatnya, Wakil Bupati Iwan S. Adam membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Ia menegaskan bahwa esensi pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan proses memanusiakan manusia secara tulus.
Iwan mengingatkan kembali pemikiran Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, tentang sistem "among". Konsep ini menitikberatkan pada tiga pilar utama yakni asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pendampingan).
“Pendidikan pada hakikatnya adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih sayang untuk memanusiakan manusia. Pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah serta potensi manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia,” ujar Iwan Adam di hadapan peserta upacara.
Menurutnya, pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk SDM yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cerdas, sekaligus mandiri. Hal ini dipandang krusial agar generasi muda memiliki kepribadian kuat dan tanggung jawab sosial.
Pemerintah Kabupaten Pohuwato menyatakan kesiapan untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Fokus utamanya adalah membangun sumber daya manusia yang unggul, kuat, dan tangguh demi mewujudkan Indonesia Maju.
Dalam 18 bulan terakhir, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah meletakkan fondasi melalui penguatan ekosistem yang melibatkan empat pusat pendidikan: sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. Namun, Iwan menekankan bahwa regulasi saja tidak cukup tanpa dukungan dunia usaha dan masyarakat luas.
Ada tiga aspek utama yang ditekankan Wabup Iwan Adam untuk memastikan kebijakan pendidikan berjalan efektif di lapangan. Ketiganya meliputi pola pikir (mindset) yang maju, mental yang kuat, serta misi yang lurus dalam mengabdi.
“Tanpa ketiganya, berbagai kebijakan hanya akan menjadi program formalitas yang berhenti pada capaian angka-angka semata,” tegas Iwan.
Ia mengajak seluruh elemen pendidikan di Pohuwato untuk memperkuat kolaborasi. Tujuannya agar akses pendidikan berkualitas dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Hadir dalam upacara tersebut Ketua DPRD Pohuwato Beni Nento, Kapolres Pohuwato AKBP Busroni, Ketua Pengadilan Negeri Marisa Ferdinal, Sekretaris Daerah Iskandar Datau, serta Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Arman Mohamad. Turut hadir pula Ketua TP.PKK Pohuwato Selfi Mbuinga Monoarfa beserta jajaran pimpinan OPD lainnya.
Rangkaian peringatan Hardiknas 2026 di Pohuwato ditutup dengan penampilan tarian tradisional Dana-Dana kolosal. Wakil Bupati Iwan Adam bersama jajaran Forkopimda dan para peserta upacara ikut serta menari sebagai simbol kebersamaan dan pelestarian budaya daerah.