UBMG Gorontalo Perkuat Kurikulum Global Lewat Visi Strategis

Penulis: Ragil  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 17:28:08 WIB
Jajaran akademik UBMG Gorontalo mematangkan tata kelola kurikulum adaptif di Ruang Akreditasi Kampus.

GORONTALO — Seluruh jajaran akademik Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) berkumpul di Ruang Akreditasi Kampus untuk mematangkan tata kelola kurikulum yang adaptif. Kegiatan ini bertujuan memastikan setiap program studi memiliki panduan akademik yang terstandar dan berorientasi pada kemajuan zaman.

Tiga Indikator Penjaminan Mutu Internal

Kepala Badan Penjaminan Mutu dan Akreditasi (BPMA) UBMG, Dr. Ikram Muhammad, M.Si, menjelaskan bahwa penyelarasan VMTS merupakan fondasi utama dalam sistem akreditasi. Setiap program studi kini diwajibkan melakukan evaluasi mendalam menggunakan analisis SWOT untuk menyusun rancangan kurikulum yang baru.

Ada tiga indikator utama yang menjadi fokus dalam proses ini. Ikram merinci poin tersebut meliputi integrasi nilai "Unggul, Berkarakter, dan Mengglobal", penguatan kekhasan tiap program studi, serta keterkaitannya dengan tridharma perguruan tinggi.

"Penyusunan kurikulum harus melibatkan dosen, mahasiswa, alumni, dan stakeholder eksternal. Dokumen juga perlu melalui proses review oleh pakar sebelum ditetapkan," ujar Ikram dalam sesi pendampingan tersebut.

Implementasi Visi Unggul dan Berkarakter

Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo (YBMG), Dr. Azis Rachman, MM, menekankan agar visi institusi tidak sekadar menjadi pajangan dokumen. Ia meminta setiap fakultas mampu menerjemahkan slogan "Unggul, Berkarakter, dan Mengglobal" ke dalam langkah operasional yang nyata dan mudah diukur.

Menurut Azis, kemandirian adalah ruh dari visi tersebut. Lulusan UBMG diharapkan memiliki karakter kuat yang mampu memberi manfaat konkret bagi masyarakat luas, bukan sekadar menguasai teori di atas kertas.

"Aspek mengglobal dapat diwujudkan melalui kerja sama internasional, program pertukaran mahasiswa, kehadiran dosen asing, serta penguatan pembelajaran berbasis internasional," tegas Azis Rachman.

Adaptasi Kurikulum Terhadap Kebutuhan Dunia Kerja

Rektor UBMG, Dr. Titin Dunggio, M.Si, M.Kes, menilai transformasi ini sangat krusial di tengah persaingan pendidikan tinggi yang kian ketat. Penyelarasan kurikulum diposisikan sebagai jembatan untuk mempertemukan dunia akademik dengan kebutuhan nyata industri saat ini.

Pihak rektorat memastikan bahwa peningkatan mutu akan menyentuh seluruh aspek, mulai dari proses pembelajaran hingga penelitian. Titin mengapresiasi peran BPMA yang terus mengawal budaya mutu di lingkungan kampus agar tetap konsisten.

"Kurikulum harus menjembatani kebutuhan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, serta nilai karakter. Karena itu, penyusunannya harus komprehensif dan berbasis luaran," jelas Titin Dunggio.

Kegiatan pembekalan ini merupakan tahap awal dari rangkaian pendampingan intensif. UBMG menargetkan setiap program studi mampu merampungkan dokumen VMTS dan kurikulum yang selaras dengan cita-cita institusi untuk menjadi pemain di level global.

Reporter: Ragil
Back to top