GORONTALO — Anggota DPR RI asal Gorontalo, Rachmat Gobel, melakukan inspeksi mendadak ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Libuo di Kecamatan Dungingi. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung kesiapan fasilitas dapur gizi dalam menjalankan program pemenuhan nutrisi bagi generasi muda di wilayah tersebut.
Dalam peninjauan tersebut, Gobel mengamati seluruh alur kerja, mulai dari area penerimaan bahan baku, ruang penyimpanan, hingga instalasi pengolahan limbah. Ia menilai sistem operasional yang diterapkan sudah memenuhi standar profesional yang ketat, terutama dalam aspek sanitasi dan disiplin petugas.
Kepala SPPG Libuo, Siti Riani Claurenza Polontalo, menjelaskan bahwa saat ini dapur tersebut rutin memproduksi 927 porsi makanan bergizi. Distribusi sasaran mencakup sejumlah Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) di wilayah Libuo serta Tuladenggi.
Pihak pengelola menargetkan kapasitas produksi akan melonjak hampir dua kali lipat dalam waktu dekat. Dengan penambahan sarana, SPPG Libuo diproyeksikan mampu menyuplai hingga 1.987 porsi makanan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan siswa di lebih banyak sekolah.
“Ini bukan sekadar dapur biasa. Sistemnya sudah tertata, bersih, dan disiplin,” kata Rachmat Gobel saat melihat langsung prosedur sterilisasi yang wajib diikuti setiap petugas sebelum memasuki area produksi.
Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah ritme kerja para petugas dapur yang dimulai sejak tengah malam. Seluruh proses memasak dijadwalkan rampung pada pukul 05.00 WITA agar makanan siap didistribusikan ke sekolah-sekolah mulai pukul 07.00 WITA.
Gobel menyebut manajemen waktu ini krusial untuk memastikan makanan sampai ke tangan siswa dalam kondisi segar. Ia mengapresiasi dedikasi para petugas yang bekerja di bawah tekanan waktu demi menjamin ketepatan jadwal distribusi.
“Kerjanya benar-benar berpacu dengan waktu,” ujar Ketua DPW Nasdem Gorontalo tersebut.
Guna mendukung peningkatan kualitas produksi, Rachmat Gobel menyumbangkan mesin penjernih air (water purifier) untuk SPPG Libuo. Bantuan ini diharapkan dapat menjamin air yang digunakan untuk mengolah makanan tetap steril dan bebas kontaminan.
Selain bantuan alat, legislator dua periode ini mengusulkan penambahan fasilitas blower di pintu masuk area dapur. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah debu dari luar masuk ke ruang produksi saat petugas keluar-masuk ruangan.
Gobel menekankan bahwa pengawasan dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat harus dilakukan secara konsisten. Menurutnya, keberhasilan program makan bergizi sangat bergantung pada transparansi dan keterbukaan terhadap masukan publik.
“Kalau ada kritik, dengarkan. Kalau ada kekurangan, benahi. Program sebesar ini harus terus dijaga kualitasnya,” tegas Gobel.