PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan produksi batu bara sebesar 6,62 juta ton sepanjang Kuartal I 2026, menyusut 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski operasional terdampak cuaca ekstrem, emiten pertambangan ini mampu menjaga stabilitas kinerja melalui pengelolaan persediaan yang ketat.
Realisasi produksi tersebut menurun cukup signifikan jika disandingkan dengan capaian Kuartal I 2025 yang menembus 8,44 juta ton. Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, mengungkapkan bahwa tingginya curah hujan pada awal tahun menjadi faktor utama yang menghambat aktivitas penambangan di lapangan.
Kendati produksi merosot hingga dua digit, volume penjualan perusahaan hanya terkoreksi tipis sebesar 1 persen secara tahunan (year on year/YoY). Strategi ini menjadi bantalan bagi perusahaan untuk tetap mencatatkan kinerja keuangan yang positif di tengah tantangan alam.
Arsal Ismail menjelaskan bahwa ketahanan operasional perusahaan didukung oleh manajemen persediaan yang pruden. Langkah ini memungkinkan PTBA tetap memenuhi permintaan pasar meskipun arus produksi dari tambang sedang melambat akibat kendala cuaca.
"Perseroan mampu menjaga stabilitas penjualan melalui pengelolaan persediaan yang prudent, sekaligus melanjutkan disiplin efisiensi dan selective mining yang mendorong perbaikan struktur biaya," ujar Arsal dalam keterangan resminya, Jumat (8/5).
Penerapan penambangan selektif ini terbukti efektif menekan beban operasional. Perusahaan tetap fokus pada area tambang yang memiliki margin lebih baik untuk mengoptimalkan struktur biaya di tengah fluktuasi volume produksi.
Kinerja laba perusahaan juga mendapat sokongan dari perbaikan harga batu bara secara tahun berjalan (year to date). Rata-rata harga jual atau average selling price (ASP) perseroan tercatat meningkat tipis 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kombinasi antara efisiensi biaya dan perbaikan harga jual ini membuat PTBA mampu membukukan pertumbuhan laba tahunan yang solid. Arsal menilai hasil ini sebagai bukti efektivitas strategi perusahaan dalam menghadapi dinamika pasar dan tantangan operasional.
Menatap sisa tahun ini, PTBA telah menetapkan target ambisius dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026. Perusahaan membidik total volume produksi batu bara sebesar 49,55 juta ton hingga tutup tahun.
Sejalan dengan target produksi, volume penjualan diproyeksikan mencapai 49,51 juta ton. Untuk mendukung distribusi logistik, perusahaan menargetkan volume angkutan batu bara sebesar 41 juta ton sepanjang tahun 2026.