IHSG Terkoreksi 1,07%, Sektor Kesehatan Justru Melonjak 5,57%

Penulis: Sutomo  •  Senin, 11 Mei 2026 | 11:02:52 WIB
IHSG terkoreksi 1,07 persen ke level 6.894 pada awal perdagangan Senin (11/5).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambrol 1,07 persen ke level 6.894 pada awal perdagangan Senin (11/5). Sektor kesehatan justru meroket 5,57 persen, sementara saham BMRI menjadi pemberat utama dengan koreksi 7,34 persen.

JAKARTA — Pasar modal Indonesia mengawali pekan ini dengan tekanan cukup dalam. IHSG dibuka tipis di 6.959,94, lalu ambrol 1,07 persen ke posisi 6.894 pada pukul 09.43 WIB. Indeks LQ45, barometer saham unggulan, ikut terperosok 1,4 persen ke level 666.

Dari 11 sektor saham, hanya dua yang menghijau. Sektor kesehatan memimpin dengan kenaikan 5,57 persen, disusul sektor infrastruktur yang menguat 1,38 persen. Sebaliknya, sektor energi menjadi yang paling tertekan, anjlok 2,36 persen. Sektor keuangan ikut memerah dengan pelemahan 1,37 persen.

Top Gainers: Saham Kesehatan Mendominasi

Lonjakan saham sektor kesehatan tidak lepas dari aksi beli terhadap emiten farmasi dan rumah sakit. Saham MEDS melesat 32,48 persen, disusul IKPM naik 29,66 persen. LABS dan KAEF masing-masing menguat lebih dari 23 persen.

Di sisi lain, saham berkapitalisasi besar justru menjadi pemberat. BMRI, bank pelat merah, terpangkas 7,34 persen menjadi Rp 4.290 per saham. Nilai transaksi saham ini mencapai Rp 756,8 miliar, menjadikannya yang teraktif berdasarkan nilai.

Fakta Singkat Perdagangan 11 Mei 2026

  • IHSG ditutup sementara di level 6.894, turun 1,07 persen dari posisi sebelumnya.
  • 455 saham melemah, 184 saham menguat, dan 96 saham stagnan.
  • Total nilai transaksi mencapai Rp 5,7 triliun dengan volume 12 miliar saham.
  • Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di kisaran Rp 17.407.

Top Losers: ESIP dan ASPR Paling Terpukul

Di jajaran top losers, saham ESIP ambles 14,97 persen, diikuti ASPR yang merosot 14,91 persen. Saham SHIP, NIKL, dan MGNA juga tercatat turun dua digit. Pelemahan ini terjadi di tengah aksi ambil untung investor setelah beberapa saham mengalami kenaikan signifikan pekan lalu.

Saham PTRO, emiten energi, turun 2,18 persen ke Rp 4.940. Sementara BRMS, perusahaan tambang emas, melemah 2 persen menjadi Rp 735 per saham. AADI, emiten farmasi, justru ikut tergelincir 3,18 persen ke Rp 9.125.

Volume dan Frekuensi: Saham PADI Paling Aktif

Saham PADI menjadi yang paling sering diperdagangkan dengan frekuensi 48.370 kali. Disusul MEDS 45.545 kali, BMRI 32.840 kali, dan BUMI 31.516 kali. Tingginya volume perdagangan menunjukkan perhatian investor tetap tinggi meski IHSG tertekan.

Pasar Asia Pasifik pagi ini bervariasi, memberikan tekanan tambahan bagi bursa domestik. Pelaku pasar masih mencermati data inflasi dan kebijakan suku bunga global yang menjadi sentimen utama pekan ini.

Reporter: Sutomo
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top