POHUWATO — Perusahaan tambang emas Pani Gold Mine meluluskan tiga operator alat berat dari program pengembangan sumber daya manusia yang telah berjalan sejak 2023. Ketiganya merupakan warga asli lingkar tambang yang kini dipercaya mengoperasikan unit HD 785, dump truck berkapasitas besar yang menjadi tulang punggung operasional big fleet di lokasi penambangan.
Abdul Fattah Qudratullah, misalnya, sebelumnya hanya bertugas sebagai pengemudi kendaraan ringan. Setelah mengikuti pelatihan, ia naik kelas menjadi operator alat berat. “Dari mulanya saya hanya seorang driver sampai dipercayakan untuk mengoperasikan unit HD 785,” ujarnya saat ditemui pada 14 Mei 2026.
Program yang dinamai Capability Development Program (CDP) ini sebelumnya dikenal sebagai Talent Development Program. Hingga tahun 2025, perusahaan telah menjalankan 11 seri pelatihan yang melibatkan 222 peserta dengan total durasi mencapai 27.768 jam pelajaran.
Materi pelatihan tidak terbatas pada operator dump truck. Perusahaan juga menyiapkan pelatihan untuk operator alat berat lain, teknisi engineering, hingga processing trainee. “Program ini kami jalankan untuk meningkatkan kesiapan dan kompetensi tenaga kerja lokal agar mampu mendukung operasional perusahaan,” kata HR Manager Pani Gold Mine, Adi Firdaus.
Sony Kaluku, peserta lain, mengaku program tersebut membantunya meningkatkan keterampilan teknis sekaligus rasa percaya diri. “Program ini sangat berharga bagi saya. Saya berterima kasih kepada Pani Gold Mine atas kesempatan belajar yang diberikan,” ungkapnya.
Andi Arafah menambahkan, pelatihan yang ia jalani mengubah cara pandangnya terhadap pekerjaan. “Upskill ini bukan cuma soal ganti unit, tapi juga mengubah masa depan,” kata Andi. Ia menyebut bahwa pemahaman soal keselamatan kerja, efisiensi operasional, dan target produksi tambang kini menjadi bagian dari kesehariannya.
Pani Gold Mine berencana melanjutkan program CDP ke seri-seri berikutnya. Perusahaan menargetkan semakin banyak putra-putri Pohuwato yang bisa mengambil peran strategis di industri pertambangan nasional. “Kepercayaan untuk mengoperasikan unit HD 785 menjadi kebanggaan tersendiri atas kerja keras dan kemauan belajar yang mereka tunjukkan,” ujar Adi.
Langkah ini menjadi contoh bagaimana industri tambang tidak hanya mengukur kemajuan dari capaian produksi, tetapi juga dari kemampuan menumbuhkan sumber daya manusia lokal yang kompeten dan berdaya saing.