RSUD Ainun Habibie Gorontalo Luncurkan Layanan Pemeriksaan Kolesterol Lengkap, Bukan Sekadar Cek Darah Ujung Jari

Penulis: Fajar  •  Jumat, 22 Mei 2026 | 14:10:01 WIB
RSUD Ainun Habibie Gorontalo meluncurkan layanan pemeriksaan kolesterol lengkap dengan empat parameter utama.

GORONTALO — Selama ini, banyak warga Gorontalo yang menganggap cek kolesterol cukup dilakukan lewat tes darah ujung jari. Padahal, hasil yang keluar hanya kadar kolesterol total, tanpa mengetahui profil lemak darah secara utuh. RSUD Dr Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo kini menghadirkan layanan pemeriksaan kolesterol lengkap untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Dokter spesialis penyakit dalam RSUD Ainun Habibie, dr Taufik Ramadhan Biya SpPD Subsp EMD(K) FINASIM, menegaskan bahwa kolesterol tinggi adalah ancaman diam-diam. “Kolesterol tinggi disebut juga sebagai silent killer, karena banyak orang merasa sehat walaupun kadar kolesterolnya tinggi,” katanya di Gorontalo, Jumat.

Empat Parameter Penting yang Sering Terlewat

Layanan baru ini mencakup pemeriksaan kolesterol total, Low Density Lipoprotein (LDL), High Density Lipoprotein (HDL), dan trigliserida. Menurut dr Taufik, parameter yang paling krusial namun kerap diabaikan adalah LDL atau kolesterol jahat.

“Biasanya yang sering diperiksa masyarakat lewat ujung jari itu biasanya hanya kolesterol total. Padahal yang penting juga adalah pemeriksaan LDL,” ujarnya. LDL yang menumpuk di pembuluh darah menjadi pemicu utama penyempitan arteri dan berujung pada penyakit jantung koroner serta stroke.

Siapa yang Paling Berisiko?

Dokter Taufik memaparkan bahwa faktor genetik dan gaya hidup menjadi biang kerok utama. Konsumsi gorengan, makanan cepat saji, serta kurangnya aktivitas fisik mempercepat peningkatan kadar kolesterol jahat dalam darah.

Kelompok yang masuk kategori risiko tinggi antara lain penderita diabetes, obesitas, perokok aktif, dan mereka yang berusia di atas 40 tahun. Riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi juga menjadi sinyal peringatan yang tidak boleh diabaikan.

Jadwal Pemeriksaan yang Direkomendasikan

Bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko tersebut, dr Taufik menyarankan pemeriksaan rutin dilakukan minimal enam bulan sekali atau setahun sekali. Langkah pencegahan lain meliputi pengurangan konsumsi lemak jenuh, olahraga teratur, dan menjaga berat badan ideal.

“Pemeriksaan rutin minimal enam bulan sekali atau satu tahun sekali penting dilakukan, terutama bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko tinggi,” kata dia. Dengan layanan lengkap ini, RSUD Ainun Habibie berharap angka kejadian penyakit jantung dan stroke di Gorontalo bisa ditekan sejak dini.

Reporter: Fajar
Sumber: gorontalo.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top