BONE BOLANGO — Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa, langsung turun ke lokasi bersama Tim Terpadu pada Rabu (20/5/2026). Langkah ini diambil setelah warga melaporkan banyak ikan mati mengapung di beberapa ruas Sungai Bone.
“Kita tunggu hasil uji laboratorium untuk memberi informasi yang akurat di masyarakat,” ujar Iwan Mustapa dalam keterangannya. Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Balai Karantina Perikanan untuk pengujian sampel.
Sungai Bone merupakan sungai utama yang melintasi dua wilayah: Kabupaten Bone Bolango hingga Kota Gorontalo. Iwan Mustapa menegaskan, kondisi yang terjadi berpotensi berdampak luas terhadap masyarakat yang memanfaatkan air sungai untuk aktivitas sehari-hari, termasuk sumber air minum.
“Apapun yang terjadi di Sungai Bone dampaknya tidak hanya akan dirasakan masyarakat di sekitar bantaran sungai, tetapi juga warga lainnya yang memanfaatkan air Sungai Bone,” kata Iwan.
Sembari menunggu hasil laboratorium, Pemkab Bone Bolango mengambil sejumlah langkah antisipasi. Tim terkait terus memantau perkembangan kondisi sungai secara berkala. Selain itu, para camat dan kepala desa di wilayah bantaran Sungai Bone diinstruksikan untuk aktif memantau situasi.
Masyarakat diimbau untuk sementara waktu tidak menggunakan air sungai sebagai sumber air minum. Imbauan ini disebarkan melalui perangkat desa dan kelurahan setempat.
Iwan Mustapa menekankan, pemerintah tidak ingin terburu-buru menyimpulkan penyebab kematian ikan sebelum hasil laboratorium keluar. Langkah ini dilakukan agar informasi yang disampaikan kepada publik benar-benar berdasarkan data ilmiah dan hasil pemeriksaan resmi.
“Kita perlu memastikan penyebabnya apa. Jika sudah jelas penyebabnya kita akan mengambil langkah yang diperlukan. Tapi kita berdoa mudah-mudahan semuanya aman,” pungkasnya.