BONE BOLANGO — Manajemen Bank SulutGo secara simbolis menyerahkan satu ekor sapi kurban kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Bone Bolango, Senin (16/6/2025). Hewan tersebut merupakan bagian dari total 1.200 ekor sapi yang dipotong di 215 lokasi penyembelihan tersebar di seluruh kecamatan se-Kabupaten Bone Bolango pada Hari Raya Idul Adha tahun ini.
Dari total 1.200 ekor sapi yang dikurbankan, dua di antaranya berasal dari tingkat nasional. Satu ekor merupakan bantuan pribadi Presiden Prabowo Subianto, dan satu ekor lainnya merupakan bantuan dari Bank Indonesia. Kedua hewan kurban tersebut didistribusikan kepada masyarakat di wilayah pinggiran yang selama ini jarang mendapatkan akses daging segar saat hari raya.
Kepala Dinas Pertanian Bone Bolango menyebutkan bahwa pemotongan tahun ini melampaui capaian tahun sebelumnya yang hanya berkisar 900 ekor. “Kenaikan 33 persen ini menunjukkan kesadaran masyarakat dan partisipasi korporasi dalam berbagi semakin tinggi,” ujarnya saat meninjau lokasi pemotongan di Kecamatan Suwawa.
Pemotongan serentak dilakukan mulai pukul 07.00 WITA di 215 titik yang telah diverifikasi oleh tim kesehatan hewan. Setiap lokasi dijaga oleh petugas dari Dinas Pertanian untuk memastikan daging yang dibagikan layak konsumsi dan bebas dari penyakit hewan.
Pemkab Bone Bolango mengatur agar daging kurban dari bantuan Presiden dan Bank Indonesia tidak dipusatkan di kota kecamatan, melainkan langsung dikirim ke desa-desa yang jarang mendapat pasokan daging. “Ini bentuk keadilan distribusi. Kami pastikan warga di pelosok juga merasakan daging kurban,” kata Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Bone Bolango.
Setiap ekor sapi yang dipotong menghasilkan rata-rata 120 hingga 150 kilogram daging. Dengan total 1.200 ekor, diperkirakan sekitar 144 ton daging sapi segar dibagikan kepada warga Bone Bolango selama dua hari penyembelihan.
Melihat tren kenaikan partisipasi, Pemkab Bone Bolango menargetkan pemotongan hewan kurban mencapai 1.500 ekor pada Idul Adha tahun depan. Target tersebut dinilai realistis seiring meningkatnya minat korporasi dan individu untuk menitipkan kurban melalui pemerintah daerah. Dinas Pertanian juga akan memperluas titik pemotongan menjadi 250 lokasi agar distribusi lebih merata hingga ke tingkat dusun.