BOALEMO — Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boalemo masih melakukan pencarian terhadap satu warga yang dilaporkan hanyut. Satu korban lainnya, seorang anak, telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah terseret arus Sungai Tilamuta.
Peristiwa nahas itu terjadi saat korban berdua tengah mencari kelapa di area perkebunan yang berada di bantaran sungai. Hujan deras yang turun secara tiba-tiba membuat volume air sungai meluap dan arus menjadi sangat deras, sehingga keduanya terseret.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung melapor ke perangkat desa dan BPBD setempat. Tim pencarian pun dikerahkan untuk mencari korban yang masih hilang.
Menyusul insiden ini, BPBD Boalemo mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh masyarakat, khususnya yang bermukim atau beraktivitas di sekitar daerah aliran sungai (DAS). Pihak BPBD meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat intensitas hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.
"Kami imbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di bantaran sungai saat kondisi cuaca ekstrem. Debit air bisa naik dalam hitungan menit tanpa peringatan," ujar Kepala BPBD Boalemo dalam keterangan resminya.
Bencana ini menjadi pengingat akan tingginya risiko bencana hidrometeorologi di wilayah Gorontalo selama musim hujan. BPBD setempat mencatat beberapa titik rawan longsor dan banjir bandang di sejumlah kecamatan di Boalemo. Pihaknya terus memonitor kondisi cuaca dan siaga melakukan evakuasi jika dibutuhkan.
Proses pencarian korban yang masih hilang masih berlangsung hingga berita ini diturunkan. Tim SAR gabungan terus menyisir aliran Sungai Tilamuta dengan peralatan lengkap.