GORONTALO — Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Gorontalo menggelar Baitul Arqam Dasar selama tiga hari, 15–17 Mei 2026, di Darul Arqam Tower. Kegiatan bertema “Meneguhkan Ideologi, Mencetak Negarawan Muda, Bergerak Bersama untuk Gorontalo Maju” ini diikuti 50 peserta dari unsur Pemuda Muhammadiyah, dosen, guru, hingga remaja masjid.
Baitul Arqam sebagai Instrumen Strategis Pengkaderan
Wakil Ketua Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Gorontalo, Drs. Yusnan Ekie, menegaskan bahwa pengkaderan merupakan jantung gerakan Muhammadiyah. Ia menyebut Baitul Arqam sebagai instrumen strategis untuk membentuk kader yang tidak hanya paham ideologi secara tekstual, tetapi juga mampu menginternalisasikannya dalam kehidupan nyata.
“Baitul Arqam merupakan instrumen strategis dalam membentuk kader Muhammadiyah yang tidak hanya memahami ideologi secara tekstual, tetapi juga mampu menginternalisasikannya dalam kehidupan nyata,” ujar Yusnan saat membuka kegiatan, Jumat (15/5/2026).
Target: Kader dengan Kepemimpinan dan Kepekaan Sosial
Ketua Panitia, Prayogi Ibrahim, menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial. Menurutnya, Baitul Arqam adalah proses pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai ideologi Muhammadiyah.
“Kami ingin melahirkan kader yang tidak hanya aktif secara organisatoris, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan dan kepekaan sosial yang tinggi,” katanya.
Ketua PWPM Gorontalo, Zainuddin, menambahkan bahwa pemuda Muhammadiyah harus tampil sebagai motor penggerak perubahan di daerah. Ia berharap kader yang lahir dari kegiatan ini memiliki visi kebangsaan yang kuat dan mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan Gorontalo.
“Pemuda Muhammadiyah harus tampil sebagai negarawan muda yang memiliki visi kebangsaan yang kuat, berakhlak, dan mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan Gorontalo,” ujarnya.
Materi Sesuai Kurikulum Muhammadiyah
Rangkaian materi pengkaderan dalam kegiatan ini dipandu oleh Ketua Master of Training, Afif Matradji. Seluruh materi disusun sesuai kurikulum Muhammadiyah, mencakup penguatan nilai keislaman, kebangsaan, dan kepemimpinan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur ‘Aisyiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Nasyiatul ‘Aisyiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ketua Fokal IMM Ir. H. Anas Jusuf, serta Ketua Korps Instruktur Muhammadiyah Dr. Arfan A. Tilome.
Melalui Baitul Arqam ini, PWPM Gorontalo berharap lahir kader-kader muda yang memiliki pemahaman ideologi yang kuat, kapasitas kepemimpinan, dan komitmen pengabdian sosial. Targetnya, kader tersebut dapat mendukung kemajuan Kota Gorontalo dan daerah secara berkelanjutan.