Pencarian

BMKG Prediksi Musim Kemarau di Gorontalo Capai 8 Bulan, Dua Wilayah Ini Paling Terdampak

Senin, 13 Juli 2026 • 11:33:01 WIB
BMKG Prediksi Musim Kemarau di Gorontalo Capai 8 Bulan, Dua Wilayah Ini Paling Terdampak
BMKG memprediksi musim kemarau di Gorontalo akan berlangsung hingga 8 bulan pada 2026.

GORONTALO — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan Provinsi Gorontalo akan menghadapi musim kemarau panjang pada 2026, dengan durasi mencapai 8 bulan di sejumlah titik. Wilayah yang diprediksi paling lama mengalami kemarau adalah Kecamatan Tilamuta dan Dulupi di Kabupaten Boalemo.

Mengapa musim kemarau tahun ini lebih panjang?

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas IV Gorontalo, Merpati Teodoris Nalle, menjelaskan bahwa awal musim kemarau di Gorontalo mengalami percepatan sekitar satu dasarian atau 10 hari dari rata-rata normal. Percepatan ini dipicu oleh kombinasi musim kemarau dengan fenomena global El Niño.

"Antara musim kemarau ditambah dengan fenomena El Niño, makanya awal musim kemarau itu maju di Gorontalo sekitar satu dasarian rata-ratanya," ungkap Merpati kepada awak media.

Bagaimana BMKG menentukan awal musim kemarau?

Menurut Merpati, penetapan awal musim kemarau didasarkan pada jumlah curah hujan per dasarian atau periode 10 hari. Jika dalam 10 hari curah hujan kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh dua dasarian berikutnya secara berturut-turut, maka BMKG menetapkan periode tersebut sebagai awal musim kemarau.

“Jadi kalau misalnya dalam 10 harian ada hujan tapi kurang dari 50 mm dan diikuti oleh 2 dasarian berikutnya berturut-turut, maka kami menetapkan bahwa itu masuk musim kemarau karena curah hujannya kurang dari 50 mm,” jelasnya.

Wilayah dengan kemarau terpanjang dan terpendek

Dari hasil prakiraan BMKG, durasi musim kemarau di Gorontalo bervariasi antara 11 hingga 25 dasarian. Artinya, ada wilayah yang hanya mengalami kemarau sekitar 3,5 bulan, namun ada pula yang hingga 8 bulan.

“Yang paling panjang musim kemaraunya, kami prediksi di sebagian kecil Boalemo dan bagian selatan yaitu Tilamuta dan Dulupi,” kata Merpati. Ia menambahkan bahwa wilayah tersebut diprediksi masih berada dalam musim kemarau hingga awal tahun 2027.

Sementara itu, wilayah dengan musim kemarau terpendek meliputi Suwawa bagian tengah, sebagian kecil Boalemo bagian barat laut, sebagian Bone Bolango bagian barat daya, sebagian Gorontalo bagian selatan, seluruh Kota Gorontalo, dan sebagian Pohuwato bagian selatan.

Apa dampak yang perlu diwaspadai?

Merpati mengingatkan bahwa musim kemarau panjang yang diperparah El Niño berpotensi menimbulkan dampak serius, terutama pada sektor pertanian dan ketersediaan air bersih. Curah hujan yang jauh di bawah normal dalam waktu lama dapat menyebabkan kekeringan di sejumlah daerah.

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah yang diprediksi mengalami kemarau panjang untuk mulai melakukan langkah antisipasi, seperti penyimpanan air dan pengelolaan sumber daya air secara bijak sejak awal musim kemarau.

Bagikan
Sumber: dulohupa.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks