Pencarian

Listrik di Tiga Daerah Bencana Sumbar Pulih Total, PLN Pasang 619 Tiang Baru dalam Sepekan

Sabtu, 16 Mei 2026 • 14:53:53 WIB
Listrik di Tiga Daerah Bencana Sumbar Pulih Total, PLN Pasang 619 Tiang Baru dalam Sepekan
Pasokan listrik di tiga daerah bencana Sumbar telah pulih total per 15 Mei 2026.

GORONTALO — Padang — Pasokan listrik di tiga wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat, yaitu Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, dan Kota Padang, telah kembali normal 100 persen pada Jumat (15/5/2026). Pemulihan ini terjadi sekitar sepekan setelah banjir bandang dan longsor meluluhlantakkan sejumlah titik, merusak gardu dan tiang listrik.

Penjabat (PJ) Sekretaris Daerah Padang Pariaman, Hendra Aswara, mengungkapkan bahwa gangguan listrik sempat melumpuhkan aktivitas warga di kawasan Anduring dan Sipinang-Sipisang selama lima hingga tujuh hari. Material banjir dan longsor disebut menjadi penyebab utama hanyutnya sejumlah gardu listrik.

“Bupati langsung koordinasi dengan Direktur PLN untuk percepatan,” ujar Hendra kepada Kompas.com, Jumat (15/5/2026). Ia menambahkan, sehari sebelum kunjungan perdana Presiden Prabowo Subianto ke Sumbar, listrik di Padang Pariaman sudah pulih sepenuhnya.

PLN Pasang 619 Tiang dan 30 Km Kabel Baru

Data PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat per Desember 2025 menunjukkan, pemulihan listrik di tujuh daerah—Agam, Pasaman Barat, Padang Pariaman, Dharmasraya, Sawahlunto, Solok Selatan, dan Kota Padang—sudah mencapai 100 persen. Dalam proses itu, PLN berhasil memasang 619 tiang jaringan listrik menengah dan tegangan rendah, serta mengganti 30,95 kilometer sirkuit kabel listrik.

Di Kabupaten Agam, pemadaman listrik berlangsung lebih lama. Sekda Agam, M Luthfi, menyebut tiga lokasi—Lambeh, Malalak, dan Palembayan—mengalami mati listrik hampir dua pekan. “Karena cakupan dampaknya cukup luas, baru bisa dipulihkan Desember 2025,” tuturnya.

Infrastruktur Jembatan dan Lahan Pertanian Masih Tertinggal

Meski listrik sudah pulih, masalah infrastruktur lain masih menganga. Hendra Aswara menyebut, tujuh jembatan yang menjadi akses vital warga terdampak bencana November 2025 masih dalam proses perbaikan. Dari jumlah tersebut, tiga jembatan sedang diperbaiki menggunakan anggaran yang ada, sementara empat jembatan lainnya belum tersentuh karena membutuhkan biaya besar.

Senada dengan itu, Sekda Agam M Luthfi mengakui sektor pertanian juga masih terpuruk. Proses pengerjaan lahan pertanian baru bisa menyentuh area dengan kerusakan ringan dan sedang. Lahan yang rusak berat belum tertangani sama sekali karena faktor biaya dan teknis pengerjaan. “Sampai saat ini, lahan rusak berat belum tersentuh,” ujarnya.

Pemerintah daerah dan PLN diharapkan terus berkoordinasi untuk mempercepat pemulihan infrastruktur non-listrik, terutama jembatan dan lahan produktif, agar aktivitas ekonomi masyarakat kembali berjalan normal. Pemulihan listrik yang cepat setidaknya menjadi fondasi awal bagi warga untuk bangkit dari dampak bencana. ***

Bagikan
Sumber: regional.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks