Dalam sambutan yang dibacakan Adhan Dambea, Menteri Komunikasi dan Digital RI menekankan bahwa tema tahun ini bukan sekadar seremonial. Filosofi di baliknya adalah semangat menjaga ibu pertiwi oleh seluruh elemen bangsa, yang kini diwujudkan melalui pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
“Tema ini sejalan dengan filosofi identitas peringatan kita tahun ini yang mempresentasikan semangat menjaga ibu pertiwi oleh seluruh elemen bangsa,” ungkap Adhan di hadapan peserta upacara yang terdiri dari ASN, TNI-Polri, pelajar, dan masyarakat.
Program Nasional yang Diperkuat: dari Makan Bergizi hingga Beasiswa
Pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, lanjut Adhan, telah menjalankan sejumlah program strategis. Beberapa di antaranya adalah program makan bergizi gratis, pembangunan sekolah, dan pemberian beasiswa bagi pelajar berprestasi.
Upaya ini bertujuan untuk memastikan generasi muda tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki daya saing. Namun, tantangan terbesar saat ini bukan hanya soal fisik, melainkan juga ancaman di dunia digital.
Pembatasan Akses Medsos bagi Anak di Bawah 16 Tahun
Salah satu kebijakan yang dikuatkan dalam amanat tersebut adalah perlindungan anak di ruang digital. Pemerintah telah menerapkan aturan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Langkah ini diambil agar anak-anak bisa menggunakan internet dengan lebih aman dan terhindar dari konten berbahaya.
Di akhir sambutannya, Adhan mengajak seluruh warga Gorontalo untuk menjadikan semangat kebangkitan nasional sebagai landasan memperkuat persatuan. Ia juga mendorong peningkatan literasi digital di kalangan orang tua dan guru sebagai garda terdepan pengawasan anak.
Upacara Khidmat di Taman Taruna Remaja
Upacara peringatan Harkitnas ke-118 berlangsung khidmat dengan pengibaran bendera Merah Putih dan pembacaan sambutan pemerintah pusat. Suasana di Taman Taruna Remaja tampak tertib sepanjang rangkaian acara berlangsung.
Partisipasi aktif dari berbagai kalangan, mulai dari aparatur sipil negara hingga pelajar, menunjukkan bahwa semangat kebangkitan nasional masih hidup dan relevan di tengah masyarakat Gorontalo. Momentum ini diharapkan menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa ada di tangan generasi muda yang harus dijaga bersama.