Pencarian

Ekosistem Kendaraan Listrik Jadi Kunci Ketahanan Energi Nasional, Ini Dampaknya bagi Pengemudi Taksi Online

Kamis, 09 Juli 2026 • 13:29:01 WIB
Ekosistem Kendaraan Listrik Jadi Kunci Ketahanan Energi Nasional, Ini Dampaknya bagi Pengemudi Taksi Online
Pengemudi taksi online mulai beralih ke kendaraan listrik sebagai bagian dari ekosistem ketahanan energi nasional.

JAKARTA — Hujan di penghujung Juni mengguyur kaca mobil listrik yang dikemudikan Juliansyah. Di tengah perjalanan menuju Bandara Halim Perdanakusuma, ia memecah keheningan dengan cerita tentang kendaraan yang ia setir. “Kalo naik ini (mobil listrik) mestinya nggak terlalu khawatir (banjir),” ujarnya, sembari memberi penekanan pada kata ‘semestinya’.

Meski begitu, rasa khawatir tetap ada. Mobil itu bukan miliknya, melainkan sewaan dari vendor tempat ia mencari nafkah sebagai pengemudi taksi online. Kerusakan berarti ia bisa kehilangan pekerjaan. Namun, rekan-rekannya mulai berbondong-bondong beralih ke mobil listrik melalui sistem kemitraan. “(Bedanya) cuma pas ngecas. Kira-kira sejam. Itu saya pake istirahat, tidur,” kata Juliansyah.

Fenomena Akar Rumput yang Sinyalkan Perubahan

Juliansyah dan rekan-rekannya bukan sekadar cerita individu. Mereka adalah sinyal bahwa transisi ke kendaraan listrik mulai terjadi di tingkat akar rumput. Ketertarikan masyarakat terhadap mobil listrik tumbuh seiring harga BBM yang menunjukkan kerentanannya terhadap konflik global.

Fenomena serupa terjadi di Jerman. Majalah Der Spiegel, Senin (1/6), melaporkan hampir 120.000 kendaraan listrik bekas terjual di seluruh Jerman selama empat bulan pertama 2026. Angka itu hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2025 dan hampir tiga kali lipat dibandingkan empat bulan pertama 2024.

Data Jakarta: Pengguna EV Naik Sembilan Kali Lipat

Di Jakarta, General Manager PLN UID Jakarta Raya Moch Andy Adchaminoerdin mencatat pada akhir April 2026 pengguna kendaraan listrik sudah naik sembilan kali lipat. Andy memperkirakan jumlah itu akan terus bertambah seiring kenaikan harga BBM akibat konflik AS-Iran.

Data-data itu mencerminkan satu hal: kendaraan listrik lebih tangguh menghadapi gejolak geopolitik dibandingkan kendaraan konvensional. Direktur Energy Shift Institute, Putra Adhiguna, menilai pengembangan ekosistem EV di Indonesia memegang peranan penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional. “Kendaraan listrik menjadi sangat penting untuk ketahanan energi, untuk mendorong perubahan struktural,” ujar Putra.

Insentif Pemerintah dan Hilirisasi Nikel

Pemerintah pun bergerak. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, pada Mei 2026 mengungkapkan tengah menyiapkan insentif bagi 100 ribu mobil listrik dan 100 ribu sepeda motor listrik tahun ini. Tujuannya mendorong penjualan sekaligus memperkuat ekosistem industri EV di dalam negeri.

Indonesia mengimpor sekitar 60 persen dari kebutuhan minyaknya. Kapasitas produksi di dalam negeri juga berangsur menurun akibat natural decline. Di sisi lain, Indonesia menguasai lebih dari 40 persen cadangan nikel dunia—komponen kunci industri baterai. Pemerintah pun mempercepat pengembangan ekosistem industri baterai melalui pembentukan PT Industri Baterai Indonesia (IBC) yang menyatukan grup MIND ID di bawah koordinasi Danantara Indonesia.

Kesadaran kolektif mulai terbentuk: pengembangan ekosistem kendaraan listrik bukan sekadar tren, melainkan strategi memperkuat ketahanan energi nasional. Bagi Juliansyah, mobil listrik bukan hanya alat transportasi—tetapi juga cara bertahan di tengah ketidakpastian harga BBM.

Bagikan
Sumber: gorontalo.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks