Pencarian

Dewan Adat Gorontalo Anugerahkan Gelar Adat Anumerta untuk Rahmat Gobel, Ini Makna Taa Lo'o Lamahe Lipu

Sabtu, 11 Juli 2026 • 18:14:34 WIB
Dewan Adat Gorontalo Anugerahkan Gelar Adat Anumerta untuk Rahmat Gobel, Ini Makna Taa Lo'o Lamahe Lipu
Dewan Adat Gorontalo menganugerahkan gelar adat anumerta Taa Lo'o Lamahe Lipu kepada Rahmat Gobel.

GORONTALO — Prosesi pemberian gelar adat anumerta untuk Rahmat Gobel digelar Dewan Adat Gorontalo melalui sidang adat, Jumat. Gelar Taa Lo'o Lamahe Lipu resmi disematkan kepada almarhum sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya yang melampaui batas daerah.

Ketua Harian Dewan Adat Gorontalo Alim Niode menjelaskan bahwa pemberian garai ini merupakan rangkaian dari prosesi pemakaman almarhum yang berlangsung di Jakarta. “Acara ini satu rangkaian dengan proses pemakaman. Karena pemakaman dilaksanakan di Jakarta, prosesi sidang adat pemberian garai dilaksanakan di Gorontalo,” kata Alim.

Dua Tujuan Pemberian Garai Anumerta

Alim menyebutkan bahwa pemberian gelar kepada seseorang yang telah meninggal dunia memiliki dua tujuan utama. Pertama, sebagai doa bagi almarhum agar mendatangkan kemaslahatan. Kedua, sebagai nasihat dan inspirasi bagi masyarakat yang masih hidup.

“Yang kedua, sebagai nasihat bagi kita yang masih hidup, sekaligus menjadi inspirasi dan motivasi,” ujarnya.

Makna Gelar Taa Lo'o Lamahe Lipu

Gelar yang ditetapkan merupakan bentuk singkat dari Taa Lomaya lo Batanga, lo Dunga lo Nyawa, lo Tombulu lo Upango ode Lamahu Lipu. Menurut Alim, gelar tersebut bermakna putra Indonesia terbaik asal Gorontalo yang telah membaktikan jiwa, raga, dan hartanya untuk memakmurkan negeri.

Penetapan garai dilakukan melalui musyawarah para pemangku adat dari lima negeri adat di Gorontalo bersama perwakilan daerah adat lainnya. Dalam sidang tersebut muncul sejumlah usulan yang kemudian disepakati menjadi satu gelar.

Pertimbangan Adat: Konsistensi hingga Akhir Hayat

Para pemangku adat menilai Rahmat Gobel memiliki keteladanan, pengabdian, serta warisan nilai yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Salah satu pertimbangan utama adalah konsistensi almarhum memperjuangkan kepentingan masyarakat, bahkan hingga menjelang akhir hayatnya.

“Sampai akhir hayatnya beliau tidak pernah berbicara mengenai kepentingan dirinya, keluarganya ataupun bisnisnya. Yang beliau pikirkan adalah bagaimana Gorontalo bisa terus berkembang dan memperoleh dukungan pembangunan,” kata Alim.

Ia menambahkan bahwa almarhum masih aktif berkomunikasi dengan pemerintah pusat terkait pembangunan di Gorontalo hingga akhir hayatnya.

Warisan Adat untuk Generasi Mendatang

Dewan Adat Gorontalo menilai kiprah Rahmat Gobel melampaui tingkat daerah karena pengabdiannya berlangsung di tingkat nasional. Hal ini menjadi alasan mengapa gelar yang diberikan memiliki makna yang begitu besar.

“Garai yang diberikan kepada beliau berbeda dengan sebelumnya, karena pengabdiannya tidak hanya dikenal di Gorontalo, tetapi juga di tingkat nasional,” ujar Alim.

Gelar adat tersebut selanjutnya akan diumumkan secara resmi kepada masyarakat dan dicantumkan pada makam almarhum. Hal ini menjadi bagian dari warisan adat Gorontalo serta pengingat bagi generasi mendatang atas pengabdian Rahmat Gobel kepada bangsa dan daerah.

Bagikan
Sumber: gorontalo.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks