GORONTALO — Harga daging ayam di Gorontalo menjadi yang termahal di Indonesia, dengan selisih lebih dari Rp 13.700 per kilogram di atas rata-rata nasional. Data dari PIHPS menunjukkan harga di pasar modern provinsi ini mencapai Rp 61.450 per kg, jauh melampaui harga di sebagian besar wilayah lain.
Meski masih menjadi yang tertinggi, harga ini sebenarnya mengalami sedikit penurunan dibandingkan sebulan lalu yang tercatat Rp 62.450 per kg. Namun, tekanan harga masih terasa bagi konsumen di Gorontalo yang harus merogoh kocek lebih dalam untuk kebutuhan protein harian.
Posisi Gorontalo di Puncak Daftar Harga Ayam Nasional
Berdasarkan catatan PIHPS per 28 Juli 2026, Gorontalo memuncaki daftar harga termahal. Disusul oleh Sulawesi Tengah di posisi kedua dengan harga Rp 61.200 per kg. Sumatera Barat berada di urutan ketiga dengan harga Rp 59.850 per kg, disusul Nusa Tenggara Timur Rp 57.050 per kg, dan Kepulauan Bangka Belitung Rp 55.900 per kg.
Sementara itu, harga daging ayam di 19 provinsi lainnya tercatat berada di bawah rata-rata nasional. Tiga provinsi dengan harga terendah adalah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Barat.
Rata-rata Harga Nasional Masih di Bawah Gorontalo
Secara nasional, PIHPS mencatat rata-rata harga daging ayam di pasar modern berada di angka Rp 47.720 per kg. Angka tersebut merupakan rata-rata mingguan yang sedikit lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya yang sebesar Rp 47.680 per kg. Kenaikan tipis ini menunjukkan tren harga yang relatif stabil di tingkat nasional, namun kontras dengan lonjakan yang terjadi di Gorontalo.
Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah setempat mengenai penyebab spesifik tingginya harga daging ayam di Gorontalo. Faktor biaya distribusi dan ketergantungan pada pasokan dari luar daerah kerap menjadi variabel utama yang memengaruhi harga pangan di provinsi tersebut.