Pencarian

5.388 Warga Gorontalo Krisis Air Bersih Akibat Kekeringan, BPBD Salurkan 50.650 Liter per Hari

Jumat, 31 Juli 2026 • 21:54:32 WIB
5.388 Warga Gorontalo Krisis Air Bersih Akibat Kekeringan, BPBD Salurkan 50.650 Liter per Hari
BPBD Gorontalo menyalurkan 50.650 liter air bersih bagi 5.388 warga terdampak kekeringan di tiga kabupaten.

GORONTALO — Kekeringan yang melanda Provinsi Gorontalo pada puncak musim kemarau tahun ini memaksa ribuan warga di tiga kabupaten mengandalkan pasokan air bersih dari pemerintah. Berdasarkan hasil kaji cepat BPBD Gorontalo hingga 30 Juli 2026 pukul 15.00 Wita, total warga terdampak mencapai 5.388 jiwa yang tersebar di Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo, dan Kabupaten Gorontalo Utara.

Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Gorontalo, Moh Tahir Laendeng, mengatakan seluruh kecamatan yang terdampak telah menjadi prioritas penyaluran air bersih. Hingga saat ini, BPBD telah mendistribusikan 50.650 liter air bersih ke lokasi-lokasi yang membutuhkan.

Kabupaten Gorontalo Siaga Darurat 90 Hari

Status siaga darurat kekeringan resmi ditetapkan di Kabupaten Gorontalo terhitung mulai 20 Juli hingga 17 Oktober 2026. Penetapan ini menjadi dasar percepatan penanganan dampak kekeringan di wilayah dengan jumlah warga terdampak terbesar.

"Untuk saat ini baru satu kabupaten yang sudah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan, yakni Kabupaten Gorontalo. Terhitung mulai tanggal 20 Juli sampai dengan 17 Oktober 2026 yang berlangsung selama 90 hari," ujar Tahir kepada wartawan, Jumat (31/7/2026).

Dua kabupaten lainnya masih menunggu proses administrasi. Kabupaten Gorontalo Utara telah mengajukan permohonan penetapan status, sementara Kabupaten Bone Bolango masih dalam tahap pengajuan.

Sebaran Wilayah Terdampak di Tiga Kabupaten

Di Kabupaten Gorontalo, lima kecamatan terdampak dengan total ribuan jiwa yang membutuhkan air bersih. Kecamatan Boliyohuto menjadi wilayah dengan dampak terluas mencapai 1.624 jiwa, disusul Kecamatan Tibawa 570 jiwa, Kecamatan Bongomeme 561 jiwa, Kecamatan Tabongo 142 jiwa, serta Kecamatan Pulubala yang mencatat 157 kepala keluarga.

Sementara di Kabupaten Bone Bolango, lima kecamatan ikut terdampak. Kecamatan Bone Pantai mencatat 954 jiwa, Kecamatan Suwawa Selatan 432 jiwa, Kecamatan Tilongkabila 468 jiwa, Kecamatan Kabila Bone 219 jiwa, dan Kecamatan Bulango Timur 19 jiwa.

Untuk Kabupaten Gorontalo Utara, kekeringan hanya melanda satu kecamatan, yakni Kecamatan Tomilito dengan total 916 jiwa yang dilaporkan krisis air bersih.

BPBD Jamin Pasokan Air dan Imbau Waspada Karhutla

BPBD Gorontalo memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat tetap terjaga. Sejauh ini, belum ada laporan dari warga maupun aparat pemerintah, TNI, dan Polri mengenai wilayah yang tidak terjangkau pasokan air bersih.

"Semua kecamatan di tiga kabupaten Provinsi Gorontalo ini sudah kami lakukan penyaluran air bersih ini 50.650 liter air bersih," kata Tahir.

Di tengah penanganan kekeringan, BPBD juga menyoroti potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang meningkat selama musim kemarau. Masyarakat diminta tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara sembarangan.

"Ini terkait dengan kemarau panjang ini mudah terjadi kebakaran sehingga diimbau kepada masyarakat semua agar supaya tidak sembarang membakar terutama sampah dan membuka lahan," jelasnya.

Warga yang membutuhkan bantuan air bersih atau menghadapi kebakaran lahan diminta segera melapor ke pemerintah setempat, termasuk BPBD maupun pemadam kebakaran.

Follow gorontalo24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks